oleh

2019 Lubuklinggau Bebas Kawasan Kumuh

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Program pengentasan kawasan kumuh atau lebih dikenal program 100-0-100 melalui Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) di Kota Lubuklinggau terus berlanjut. Bahkan dari 11 kelurahan dengan luas kawasan kumuh 128,7 Ha ditargetkan akan selesai pada tahun 2019.

Hal ini diungkapkan Koordinator KotaKu (Korkot), Tri Wahyudi usai pembukaan pengembangan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM) serta pelatihan Lembaga keswadayaan masyarakat (LKM). Lurah/Camat (cluster) Kota Lubuklinggau tahun 2018, di aula SMKN 1 Lubuklinggau, Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Sabtu (6/10).

Tri sapaan akrabnya menjelaskan, dari total kawasan kumuh berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Lubuklinggau yakni seluas 111,28 Hektare (Ha) di 11 Kelurahan, yakni Kelurahan Ulak Surung, Karya Bakti, Lubuklinggau Ulu, Lubuklinggau Ilir, Jawa Kanan SS, Pasar Pemiri, Dempo, Bandung Kiri, Mesat Jaya, Mesat Seni dan Muara Enim, tahun 2019 mendatang tersisa 86 Ha lagi atau lima kelurahan lagi. Pihaknya maupun Pemkot optimis, kawasan tersebut selesai sesuai target yakni tahun 2019.

“Lima kelurahan yang tersisa akan diselesaikan tahun 2019 yakni Kelurahan Muara Enim, Bandung Kiri, Lubuklinggau Ulu, Lubuklinggau Ilir dan Pasar Pemiri. Kelima kelurahan ini memang yang luasnya tidak terlalu luas,” jelas Tri.

Mengenai anggaran, untuk tahun 2018 dialokasikan melalui KotaKu sebesar Rp 9,2 miliar untuk enam Kelurahan. Hanya saja baru cair 70 persen atau Rp 6,4 miliar. Dana ini yang secara simbolis dibagikan ke masing-masing LKM saat pembukaan pelatihan kemarin.

Sementara total dana dari KotaKu yang sudah dikucurkan sejak tahun 2015 untuk pengentasan kawasan kumuh di Lubuklinggau, sebesar Rp 12 miliar.

“Ditahun 2019 untuk lima Kelurahan sisanya, lebih kurang Rp 1 miliar. Prioritas tetap di masalah persampahan, drainase dan jalan lingkungan. Namun sepertinya kita lebih mengutamakan mengenai persampahan, bahkan tidak hanya fisik tetapi kedepan juga dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat yang memang menjadi tugas kami,” jelasnya.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe usai membuka pelatihan mengatakan, pihaknya bersyukur melalui program ini kawasan kumuh di Kota Lubuklinggau bisa selesai tahun 2019 sesuai dengan target.

Bahkan Nanan, sapaan akrabnya ini mengakui kalau saat ini kawasan kumuh sudah hampir semuanya teratasi melalui program ini.

Kedepan dilanjutkan Nanan, pihaknya hanya tinggal meneruskan program pengelolaan sampah melalui program bank sampah, yang dikelola melalui pemberdayaan masyarakat. Kelurahan Ulak Surung diungkapkannya, akan menjadi pilot project.

“Kedepan melalui  Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), akan dilaksanakan di 25 kelurahan. Yakni di Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II serta daerah lain yang dianggap prioritas,” jelas Nanan.

Iapun berkesempatan menjelaskan mengenai kondisi wilayah Kota Lubuklinggau saat ini kepada peserta pelatihan, serta mengenai kondisi anggaran yang ada saat ini. Nanan meminta semua peserta yang hadir mengikuti pelatihan dengan baik, agar program ini betul-betul terlaksana dengan maksimal.

Saat pembukaan, ia pun menyerahkan secara simbolis Bantuan Dana Investasi (BDI) skala lingkungan tahun 2018, kepada perwakilan LKM. (rfm)

Rekomendasi Berita