oleh

2018, Seluruh Sekolah Wajib Terapkan K13

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Tahun ini, baru 168 SD dan 58 SMP di Kabupaten Musi Rawas menerapkan Kurikulum 2013 (K13). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Kadisdik) Musi Rawas, Sukamto melalui Kabid Dikdas, Hartoyo saat dibincangi Linggau Pos,

Ia menerangkan, untuk SD baru 168 sekolah yang sudah menerapkan K13 dari 316 SD yang ada. Sementara dari 67 SMP, tinggal dua lagi yang belum menerapkan K13. Tinggal delapan sekolah lagi yang belum.

“Targetnya sebagaimana instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) 2018 nanti, seluruh sekolah wajib menerapkan K13. Jadi kami mengejar itu. Yang agak lamban ini SD,” jelasnya lagi.

Mengenai guru pengampu K13, kata Hartoyo, tidak ada masalah, karena sebagian sekolah sudah belajar dengan induk cluster-nya.

Sementara orang tua siswa, Lingga Kurnia (39) mengaku cukup bersyukur anaknya jadi salah satu sasaran K13 ini.

“Ya, memang harusnya anak bisa lebih berkarakter. Meski gurunya agak repot. Karena seluruh aspek anak baik afektif, kognitif maupun psikomotoriknya dinilai menyeluruh. Ketika anak dapat A, ada deskripsinya. Sehingga orang tua seperti saya tahu sisi kelemahan dan kelebihan anak saya,” jelasnya.

Sementara di Kota Lubuklinggau Sejak 2017 dari 85 SD negeri, ada 49 SD yang telah menerapkan K13.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Lubuklinggau, H Tamri melalui Kabid Dikdas, DR Virry Grinitha, mengatakan yang menyelenggarakan K13 ini, adalah sekolah induk klaster dan klaster. Yang diteruskan ke sekolah imbas mereka.

Kasi Kurikulum, Sutarwan menambahkan penyelenggaraan K13 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan sistem penilaian menyeluruh ke individu siswa.

“Penilaiannya K13 ini memakai deskripsi, saat dikaji ulang memang sempat terjadi hambatan. Lalu sekarang direvisi agar bisa dipermudah dalam proses pengimplementasiannya,” imbuh bapak yang kerap dipanggil Tarwan ini.

Dalam K13, siswa tak mesti belajar di dalam kelas. Sesuai dengan variasi guru, yang bisa mengajak siswa ke luar kelas.

“Kami berharap, paling tidak ada peningkatan kualitas pembelajaran. Terutama dari sisi penguatan karakternya. Karena setiap materi bahasan harus terintegrasi dengan penguatan karakter. Sehingga, kami berharap K13 juga bisa jadi momen penguatan karakter,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita