oleh

201 Siswa MAN 2 Ikuti Simulasi UNBK

LINGGAU POS ONLINE, TABA JEMEKEH – Sebagai salah satu peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), MAN 2 Lubuklinggau turut melaksanakan simulasi UNBK tahap pertama yang dilaksanakan pada 13-15 November 2017 yang diikuti sebanyak 201 siswa-siswi kelas XII (dua belas) MAN 2 Lubuklinggau.

Saat wartawati Linggau Pos memantau secara langsung pelaksanaannya, Senin (13/11) terlihat siswa-siswi MAN 2 Lubuklinggau cukup serius dan antusias mengikuti kegiatan ini. Terlihat dari tertib dan berjalan dengan lancarnya pelaksanaan UNBK, dan beberapa siswa terlihat antusias berkumpul di depan ruangan pelaksanaan UNBK untuk menanti sesi selanjutnya pelaksanaan simulasi tersebut.

Saat diwawancarai, Kepri Parandi salah satu siswa MAN 2 yang baru saja melaksanakan simulasi tahap pertama mengatakan sangat antusias dan cukup deg-degan mengikuti pelaksanaan simulasi ini.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti ujian berbasis komputer seperti ini, walaupun di Bimbel sudah pernah mengikuti yang sama jenisnya, tapi ada perbedaan. Pelaksanaan simulasi ini lebih menegangkan, karena kita khawatir mati lampu atau PC error, apalagi pelaksanaan UNBK ini langsung terkoneksi dari pusat langsung,” jelasnya.

Kepri juga mengatakan lebih menyukai pelaksanaan UNBK daripada ujian tertulis, karena UNBK ini lebih simpel dan tidak banyak membuang waktu melingkar-melingkar jawaban dan mengisi biodata dan soal lebih jelas.

“Saya berharap sekolah lebih mempersiapkan lagi dan lebih mengantisipasi kendala-kendala yang dikhawatirkan kami para siswa yang melaksanakan nantinya,” ungkap Kepri, yang telah mempersiapkan diri untuk UNBK ini dengan berlatih soal-soal dan melakukan belajar tambahan di luar jam sekolah.

Sementara itu, saat diwawancarai, kepala MAN 2 Lubuklinggau, Saipul Basin didampingi Waka Kesiswaan Joharudin menjelaskan pelaksanaan simulasi ini dilakukan untuk bahan evaluasi kita selanjutnya menuju pelaksanaan UNBK tahun ini.

“Dimana,  kelemahan yang terjadi pada simulasi pertama bisa kita antisipasi untuk pelaksanaan simulasi tahap kedua, dan begitu juga simulasi tahap kedua sebagai evaluasi untuk simulasi tahap ketiga. Sehingga diharapkan pada pelaksanaan UNBK nantinya benar-benar terlaksana dengan apik, lancar dan tanpa kendala apapun,” jelas Saipul.

Dan diharapkan dengan simulasi ini, lanjut Saipul, anak-anak tidak akan takut lagi dengan pelaksanaan UNBK, tidak gagap dan memiliki mental yang kuat untuk menghadapi ujian berbasis komputer ini.

“Dan pelaksanaan ini, dapat benar-benar mengenalkan kepada siswa, guru pengawas, dan lainnya mengenai  mekanisme penyelenggaraan ujian dan teknis operasional program UNBK. Serta semoga semua  peserta menguasai cara menggunakan perangkat lunak komputer dalam menjawab soal-soal yang diberikan. dan dapat mengikuti rangkaian UNBK ini dengan baik hingga hari pelaksanaannya pada April mendatang,”ungkapnya.

Dan untuk kekhawatiran-kekhawatiran yang dirasakan oleh siswa, Joharudin menghimbau kepada siswa untuk tidak mengkhawatirkannya. Semuanya mengenai listrik, jaringan dan apapun itu akan diantisipasi oleh pihak sekolah.

“Tidak perlu ragu dalam pelaksanaan UNBK ini, laksanakan sesuai dengan petunjuk. Insya Allah akan berjalan dengan lancar. Inilah gunanya simulasi ini, karena setelah pelaksanaan simulasi ini, siswa-siswi bisa memberikan saran ataupun keluhan serta masukannya kepada pihak sekolah, sehingga kegiatan UNBK nantinya dapat berjalan baik dan sukses,” paparnya.

Ditambahkan lagi oleh salah satu teknisi UNBK MAN 2, Yayan Sopian, yang juga berpesan kepada siswa-siswi agar jika nantinya terjadi permasalahan di dalam pelaksanaan UNBK, agar segera langsung menghubungi proktor, teknisi dan pengawas ruangan.

“Agar permasalahan tersebut dapat langsung diurus dan diselesaikan, anak-anak hanya diminta untuk giat belajar, ikuti prosedur yang ada dalam pelaksanaan UNBK,” imbuhnya.

Pelaksanaan simulasi UNBK di MAN 2 Lubuklinggau terdiri dari 2 ruangan dengan masing-masing kapasitas 35 siswa, dengan tiga sesi pelaksanaan. Untuk teknisi UNBK MAN 2 adalah Yayan Sopian, dengan dua orang proktor yakni Abdullah dan Chandra Bitarike. Dan pelaksanaan simulasi UNBK ini akan mengujikan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan mata pelajaran pilihan pada masing-masing jurusan yaitu IPA, IPS, Bahasa dan Ilmu Keagamaan. (AE02)

Komentar

Rekomendasi Berita