oleh

200 Warga Belum Ambil Sertifikat

LUBUKLINGGAU – Sedikitnya ada 200 warga yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 lalu, belum mengambil sertifikat. Pasalnya, 200 warga tersebut masih belum melengkapi berkas administrasi.

Sebagian besar masih belum melunasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHT), dan belum menyerahkan surat tanah asli.

“18.000 lainnya sudah mengambil sertifikat, selama syarat administrasi belum dipenuhi sertifikat tanah tersebut tidak kami berikan,” tegas Agustin Samosir, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Lubuklinggau, Sabtu (9/2).

Ditambahkan Agustin Samosir, secara simbolis sertifikat tanah yang mengikuti program PTSL sudah dibagikan secara simbolis oleh Presiden RI, H Ir Joko Widodo beberapa waktu lalu. Untuk 2019 BPN Kota Lubuklinggau mendapat kuota 12.000 sertifikat saja, dengan target fisik 15.000.

Agustin Samosir belum bisa meyakini 2020 mendatang program PTSL masih berlaku atau tidak, pasalnya 2019 kuota yang diberikan terpenuhi maka semua bidang tanah di Kota Lubuklinggau sudah dipetakan.

Agustin Samosir berharap masyarakat memanfaatkan program ini. PTSL hanya melayani pendaftaran tanah pertama kali bukan peralihan hak, balik nama, hak tanggungan dan lainya. Layanan lainnya ini dapat dilakukan di loket kantor pertanahan, tepatnya di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Urus langsung sertifikat tanah anda, tanpa melalui perantara/Kuasa. Karena mengurus langsung akan lebih terjamin kepastian waktu, biaya dan prosedurnya sesuai ketentuan,” pesannya.(nia)

Rekomendasi Berita