oleh

2.712 Balita Masuk Kategori Stunting

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Kabar mengejutkan dilansir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas. Terkuak tahun 2017 dari 20.865 balita ternyata ada 2.712 Balita dikategorikan sebagai stunting atau manusia pendek.

Hal ini diungkapkan oleh Kadinkes Kabupaten Musi Rawas, Hj Mifta Hulummi melalui Sekretaris, Muhammad Nizar, Sabtu (14/4). Nizar mengatakan, berdasarkan data yang ada manusia pendek atau stunting sebanyak 2.712 orang tersebar di 14 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas.

“Memang jumlah balita yang stunting masih ada. Namun, secara persentase mengalami penurunan dari sebelumnya,” jelas Nizar.

Lebih lanjut, Nizar menjelaskan tahun 2015 lalu, disurvei dari Provinsi Sumsel dengan ukuran indeks tinggi badan, dibagi umur sebanyak 15,8 %. Dari standar provinsi 16,3 % dan nasional 23,1 %.

“Bila 2015 jumlah stunting 15,8 %. Tapi untuk 2017 terjadi penurunan 13,0 % atau 2.712 balita, dikategorikan pendek,” ungkap Nizar.

Apa yang menyebabkan balita itu stunting? Nizar menyebutkan penyebab balita dikategorikan pendek karena dipengaruhi berbagai faktor. Diantaranya, kurang gizi, pola asuh tidak sehat, terutama dalam masa sehat, terutama masa 100 hari kedepan.

“Artinya di masa 100 hari kehidupan bayi itu dilahirkan maka tentu peran orang tua sangat diperlukan dalam memerhatikan asupan balita tersebut,” papar Nizar.

Terlepas dari itu, Nizar mengimbau agar orang tua dapat memberikan asupan gizi seimbang, baik protein, karbohidrat, mineral dan bahan gizi lainnya. Termasuk menghindari makanan instan yang berlebihan atau siap saji.

“Pada dasarnya bila mana manusia dilahirkan dengan kondisi stunting, maka akan berpengaruh kualitas SDM. Karena pertumbuhan tidak normal atau idiot,” paparnya.

Sementara itu, Camat Tuah Negeri, Badarudin saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kades untuk melakukan deteksi dini terhadap pencegahan stunting. Bahkan, bila ada balita terlahir dengan kondisi tersebut dapat ditangani.

“Artinya kita sudah lakukan antisipasi secara dini, dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat, untuk mencegah penyakit tersebut,” tutupnya. (04)

Rekomendasi Berita