oleh

2.080 Wanita Menjanda

LINGGAU POS ONLINE – Kasus perceraian masih tinggi. Hingga kini, ada 2.080 wanita menjanda.

Itu berdasar data yang dipaparkan Rosmala Daya selaku Panitera Muda Pengadilan Agama Lubuklinggau, Selasa (6/8).

Rinciannya, 1.300 kasus perceraian diputuskan tahun 2018 dan 780 kasus perceraian diputuskan Januari sampai 6 Agustus 2019.

Menurut Rosmala Daya, rata-rata umur yang terlibat perceraian ini usia 20 hingga 35 tahun.

Faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian ini didominasi perselisihan dan pertengkaran terus menerus, faktor ekonomi dan kehilangan pasangan (suami).

“Sebelum putusan, biasanya kami mediasi. 1 hingga 2 kali tergantung kesepakatan bersama. Ada beberapa yang rujuk kembali, karena dulu mengingat masa-masa indah, namun juga yang tidak bisa rujuk kembali. Ya kembali lagi ke individunya masing-masing, tidak bisa dipaksa juga,” jelasnya.

Sementara Ustadz Ahmad Fikry menjelaskan, bahwa perceraian adalah hal yang boleh tapi tidak diridhoi oleh Allah SWT.

“Dimaksudkan diperbolehkan ini jika tidak ada lagi jalan untuk perbaikan. Jika alasan perceraian karena hal ekonomi itu hanya alasan saja, karena banyak yang hidupnya miskin bisa sehidup semati, bahkan ada banyak yang hidup berkecukupan dengan harta banyak malah melakukan perceraian. Apalagi Rasulullah pernah berkata, Nikah dapat memperbaiki rezeki, seperti kisahnya di mana salah seorang sahabat Rasulullah yang berkata kepada Rasulullah hidupnya susah, dan apa jawab Rasulullah menikahlah,” jelasnya.

Dengan menikah, lanjutnya, yang dulunya rezeki hanya untuk kita sendiri, nanti akan ada rezeki untuk istri, dan ketika punya anak, akan bertambah pula rezeki untuk anak.

Pimpinan Lembaga Pendidikan Uswatun Hasanah ini juga berpesan agar suami istri bisa terhindar dari perceraian, mereka harus mengetahui terlebih dahulu tujuan menikah yakni untuk ibadah.

“Untuk itu, yang mau nikah harus tahu dulu tujuannya yang tak lain pertama untuk ibadah dan pekerjaan yang mulia. Jika kita sudah memahami tujuan menikah ibadah, kita akan menganggap semua problem yang terjadi di dalam rumah tangga adalah ibadah, yang jika masalahnya berat berarti akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, dan jika memiliki masalah ringan bersyukur Alhamdulillah. Yang jelas, setiap rumah tangga memiliki permasalahannya masing-masing, dan tidak akan ada jalan keluarnya jika kita tidak berusaha,”jelasnya.

Dirinya berharap semua keluarga bisa mempertahankan dengan semaksimal mungkin.

“Karena yang baik menurutmu belum tentu terbaik menurut Allah, begitu juga yang buruk menurutmu belum tentu buruk menurut Allah,”imbuhnya. (cw5/rrf)

Rekomendasi Berita