oleh

192 Orang dan 12 Korporasi Jadi Tersangka Perkara Karhutla

LINGGAU POS ONLINE – Kejaksaan Agung telah menerima 171 berkas perkara kasus dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari penyidik Polri. Jumlah ini merupakan hasil penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polri di seluruh Indonesia.

Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan dari 171 berkas perkara terdapat 12 berkas perkara yang merupakan korporasi. jika ditotal untuk jumlah tersangka perorangan sebanyak 192 orang.

“saat ini semua berkas perkara masih dilakukanpenelitian oleh tim jaksa peneliti,” katanya di KejaksaanAgung Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Dia menegaskan Kejaksaan dan Polri serta instansi terkait sudah sepakat untuk menuntaskan kasus kejahatan karhutla yang telah menganggu aktivitas masyarakat karena terdampak asap.

“Saya juga sudah berbicara dengan Kapolri dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kita semuanya sependapat kasus segera dituntaskan segera diselesaikan. Dan tentunya saya sampaikan bahwa kita tidak kompromi terhadap pelaku kejahatan pembakaran hutan ini. Jadi kita tunggu saja nanti seperti apa,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Prasetyo, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Idham Aziz telah melakukan pertemuan dengan pelaksana tugas Jaksa Agung Muda Pidana Umum (plt Jampidum), AliMukartono guna membahas persoalan Karhutla agar dapat dengan cepat dimajukan ke pengadilan untuk disidangkan.

“Menyamakan sikap pemikiran kita tentangBagaimana penanganan kasus karhutla, Kabareskrim sudah membahas masalah itu mereka dengan tim yang kita keluarkantim jPU Bagaimana supaya kasus segera bisa dituntaskan,” tegasnya.

Kasus Karhutla, lanjut Prasetyo, telah menjadi perhatian khusus pemerintah. Agar peristiwa kebakaran yang menimbulkan asap dan menganggu kesehatan masyarakat ini tak terulang. Karenanya, Prasetyo menegaskan tidak akan ada kompromi dengan pelaku kejahatan pembakaran hutan dan lahan.

Saat ini, tim jaksa peneliti tengah melakukan penelitian berkas perkara para tersangka untuk melihat apakah berkas perkara telah memenuhi unsur formil dan materil. Jika sudah akan dinyatakan berkas lengkap atau P21 yang kemudian dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

“Berkas perkara yang masuk lanjutnya tentunya kita ajukanke persidangan, kita akan segera perhatian khusus, kitakoordinasi dengan pihak pengadilan contohnya jika peristiwa pembakaran hutan di Jambi maka disidangkan diPengadilan Negeri Jambi,” tutupnya. (*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita