oleh

17 Mei 1 Ramadhan?

LINGGAU POS ONLINE, MARGA MULYA – Dewan Pimpinan Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1439 Hijriah, yaitu 17 Mei 2018 mendatang.

Hal ini mengacu pada Maklumat Nomor:01/MLM/I.0/E/2018, tentang Penetapan Hasik Hisab Ramadan, Syawal9, dan Zulhijah 1439 Hijriah.

Ketua DPC Muhammadiyah Kota Lubuklinggau, H Hasbi Saidina Ali, Sabtu (14/4) mengatakan ketetapan ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal, yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Ijtimak jelang Ramadan 1439 Hijriah terjadi pada Selasa Kliwon, 15 Mei 2018 M pukul 18:50:28 WIB. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f= -07°48¢ LS dan l= 110°21¢BT) = -00°02¢50² (hilal belum wujud). 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis Pahing, 17 Mei 2018 M,” jelas Hasbi Saidina Ali.

Sementara Ijtimak jelang Syawal 1439 Hijriah terjadi pada hari Kamis Kliwon, 14 Juni 2018 M pukul 02:45:53 WIB. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ LS dan l= 110°21¢BT ) = +07°35¢20²(hilal sudah wujud).1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada hari Jumat Legi, 15 Juni 2018 M.

“Insya Allah akan sama dengan yang ditetapkan pemerintah,” ucap Hasbi.

Sementara Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lubuklinggau, DR KH Ahmad Mansur mengatakan, pihaknya (NU,red) belum diundang mengikuti Sidang Isbat.

“NU tradisinya dari dulu mengikuti sidang Isbat rukyatul hilal. Biasanya, nanti ada seorang yang ditugaskan Kemenag melakukan rukyatul hilal. Dari setiap kota itu, ada tempat-tempat tertentu yang sudah ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia jadi lokasi strategis yang tinggi bagi seorang petugas untuk melihat hilal dengan dibantu alat yang canggih hasil inovasi teknologi. Mereka yang melakukan rukyatul hilal inilah yang akan dikumpulkan ke Jakarta. Saat di Jakarta, nanti dalam Sidang Isbat (penetapan) mereka akan diminta menyampaikan masing-masing hasil rukyatul hilal. Hasil yang mendominasi itulah yang biasanya diambil dan diputuskan dalam ketetapan Sidang Isbat,” jelas KH Ahmad Mansur.

Proses rukyatun hilal dilaksanakan H-3, untuk di Kota Lubuklinggau biasanya dilakukan di Puncak Bukit Sulap. Lalu, Sidang Isbat biasanya dilakukan H-1. Biasanya H-3 sudah

Pun dengan Kepala Kemenag Kota Lubuklinggau, H Zainuri Mattan menegaskan bahwa hingga saat ini ia belum menerima surat edaran sari pusat.

“Belum tahu karena dari pusat sendiri belum ada edaran dan sebagainya,” ungkap Zainuri Mattan.

Kepala Kemenag Kabupaten Musi Rawas, H Hermadi mengatakan bahwa mengenai penetapan 1 Ramadhan sama seperti tahun sebelumnya, yakni melihat rukyatul hilal terlebih dahulu baru bisa menetapkan 1 Ramadhan.

“Jadi, melihat rukyatul hilal dulu, baru diketahui kapan 1 Ramadhan, umat muslim melaksanakan ibadah puasa,” kata H Hermadi, Sabtu (14/4).

H Hermadi menjelaskan, sebenarnya itu dilakukan masih lama diperkirakan pada Mei mendatang. Selain itu, biasanya untuk melihat rukyatul hilal ada tim bukanya hanya dari pihak Kemenag.

Tim itu, diantaranya, Kemenag, pemerintah daerah serta organisasi Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah dan lain-lain.

“Melihat, rukyatul hilal biasanya dilakukan menjelang magrib di lokasi ketinggian,” jelas Hermadi.

Lebih lanjut, H Hermadi menjelaskan, untuk didaerah Kabupaten Musi Rawas tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada lokasi yang tinggi. Namun, seperti tahun sebelumnya melihat rukyatul hilal dilakukan di Bukit Sulap Kota Lubuklinggau, itupun kadang-kadang secara bersamaan baik Kemenag Kota Lubuklinggau dan Kemenag Kabupaten Muratara.

“Melihat bersama-sama, apabila Musi Rawas, Lubukinggau dan Muratara masih daerah berdekatan,” tutup Hermadi.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Muratara, Ikhsan Baijuri mengatakan bahwa sebenarnya penetapan 1 Ramadhan masih lama, sama seperti dengan Kemenag lainnya yakni akan dilakukan melihat rukyatul hilal.

“Apabila telah dilakukan melihat rukyatul hilal baru bisa diketahui 1 Ramadhan,” kata Ikhsan Baijuri.

Ikhsan Baijuri menjelaskan, melihat rukyatul hilal biasanya dilakukan secara bersama-sama serta koordinasi dengan Kemenag Lubuklinggau dan Kemenag Musi Rawas.

“Melihatnya pun seperti sebelumnya dilakukan di Bukit Sulap,” singkatnya. (03/02/07)

Rekomendasi Berita