oleh

15 Terduga Pelaku Kejahatan Ditembak

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menimalisir setiap indikasi kejahatan, karena pada 2017 kejahatan selalu terjadi di setiap 9,32 jam. Sedangkan di tahun 2018 kejahatan terjadi setiap 11,35 jam…”

LUBUKLINGGAU – Sejak 13 November 2018 setidaknya ada 15 terduga pelaku tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Lubuklinggau ditindak tegas. Bahkan, satu diantaranya meninggal dunia, karena melawan petugas saat akan ditindak. Tindakan pihak kepolisian tersebut diharapkan menjadi warning bagi pelaku tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Lubuklinggau. Sebab, bila masih berani beraksi tindakan tegas aparat kepolisian menanti mereka.

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, Jumat (25/1) saat Fokus Group Diskusi (FGD) Sat Bimas Polres Lubuklinggau.

Mantan Kapolres Pagaralam itu menjelaskan, sepanjang tahun 2018 pidana umum terjadi 351 kasus.

Dari jumlah tersebut, kasus yang berhasil ditangani Polres Lubuklinggau sedikitnya 298 kasus. Jumlah yang ditangani tahun 2018 mengalami penurunan, bila dibanding tahun 2017, karena pada 2017 lalu setidaknya ada 506 kasus, dan yang berhasil diungkap hanya 258 kasus.

Bahkan, tahun 2018 jumlah penindakan mengalami peningkatan 33 persen, sementara tahun 2017 hanya sebanyak 30 persen.

“Prinsipnya kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir setiap indikasi kejahatan. Karena pada 2017 kejahatan selalu terjadi di setiap 9,32 jam. Sedangkan tahun 2018 kejahatan terjadi setiap 11,35 jam,” kata AKBP Dwi Hartono.

Meski tindakan kejahatan mengalami pengurangan hingga 1,125 jam waktu kejahatan, mulai Curat, Curat, Curanmor dan penganiayaan berat (Anirat). Namun, kasus narkoba tahun 2018 juga mengalami peningkatan 99 orang tersangka diamankan, 88 pria dan 11 wanita. Barang bukti diamankan sabu sekitar 361,58 gram. Lalu ekstasi 186 butir dan ganja 241,62 gram. Sementara, jumlah yang ditangani tahun 2017, hanya mengamankan 76 orang penyalahguna narkoba.

“Bandar narkoba ini belum ada nahasnya saja, tapi saya yakin suatu saat mereka akan naas, dan memang sudah jadi target kami,” jelasnya.

Bila ada jajarannya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, akan ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Bahkan, lebih berat dari tindakan terhadap masyarakat umum.

“Seandainya ada anggota yang ikut terlibat mem-backing, atau berkawan akan ditindak tegas,” tegasnya.

Untuk bandar narkoba yang sudah membawa barang bukti lebih dari 1 kilogram, siap-siap untuk ditembak mati. Karena, Polres Lubuklinggau terang-terangan menyatakan perang terhadap narkoba, dan akan menindak siapapun yang terlibat di dalamnya. (aku)

Rekomendasi Berita