oleh

15 Desa Rawan Banjir

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Masyarakat, utamanya yang tinggal di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) dihimbau waspada. Sebab musim penghujan diprediksi masih akan terjadi hingga tiga bulan ke depan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Zulkifly, Minggu (19/11).

Menurutnya, puncak terjadinya musim hujan yakni November hingga Maret. Jadi daerah yang biasa terkena banjir harus bersiap-siap. Karena dikhawatirkan, banjir datang secara tiba-tiba. Sebab, kondisi alam sulit ditebak.

Untuk buffer stok bantuan, terang Zulkifly, BPBD Muratara sudah menyiapkan pakaian perlengkapan, kebutuhan sekolah dan perlengkapan lain. Sementara untuk makanan siap saji sedang kosong.

“Untuk makanan siap saji tidak ada, kami sudah menyampaikan ke BPBD Pusat dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mengirimkan tambahan buffer stok bantuan kita,” bebernya.

Pihaknya sudah melakukan patroli untuk memantau kondisi debit air.

“Sebagai antisipasi kita sudah perintahkan anggota kita untuk patroli melihat kondisi debit air sungai Rawas dan Sungai Rupit. Mudah-mudahan tidak terjadi banjir. Walaupun terjadi juga tidak menimbulkan korban baik materi maupun jiwa, intinya harus waspada,” tegasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Daerah yang rawan terkena bencana banjir yakni Kecamatan Rupit meliputi Kelurahan Muara Rupit, Desa Lawang Agung, Desa Maur, Desa Batu Gajah, Desa Noman.

Kecamatan Rawas Ilir seperti di Kelurahan Bingin Teluk, Desa Beringin Makmur I, Desa Mandi Angin, Desa Tanjung Raja, Desa Batu Kucing, Desa Belani, Desa Pauh dan Pauh I.

Untuk Kecamatan Karang Dapo rawan banjir khususnya Kelurahan Karang Dapo dan Desa Biaro.

Sementara Kecamatan lainnya tapi tidak terlalu parah di Kecamatan Rawas Ulu, dan Kecamatan Karang Jaya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita