oleh

15.720 Jiwa Belum Perekaman KTP-El

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Beberapa kabupaten/kota sudah menerapkan pembekuan data warga yang belum melakukan perekaman KTP-El. Namun di Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang belum melakukan perekaman dan memiliki KTP-El sebanyak 15.720 jiwa.

Dari 15.720 jiwa belum memiliki KTP-El tersebut tersebar di 14 kecamatan diantaranya, Tugumulyo 154 jiwa, Muara Lakitan 2.358 jiwa, Muara Kelingi 769 jiwa, Jayaloka 788 jiwa, Muara Beliti, 1.624 jiwa, Terawas 1.971 jiwa, Selangit 2.119 jiwa.

Kemudian, Kecamatan Megang Sakti 2.283 jiwa, Purwodadi 22 jiwa, BTS Ulu 3.292 jiwa, Kecamatan TPK 668 jiwa, Sumber Harta 523 jiwa, Tuah Negeri 871 jiwa dan Sukakarya mencapai 206 jiwa. Namun yang sudah melakukan perekaman di Disdukcapil Kabupaten Mura sebanyak 281.639 dan memiliki KTP-El.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mura, Y Mori melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Disdukcapil Mura, Rahmat mengatakan masih ada masyarakat yang belum memiliki identitas kependudukan karena selama ini masyarakat menganggap dokumen kependudukan tidak begitu penting. Selain itu juga jarak tempat tinggal masyarakat dengan kantor Kecamatan atau Disdukcapil jauh.

Terlepas dari itu, dalam upaya menuntaskan masyarakat yang belum memiliki KTP-El tersebut maka pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dengan memberikan pelayanan, baik di kantor maupun secara mobile dengan sistem jemput bola.

Sementara di Kota Lubuklinggau, ada 3.160 warga Kota Lubuklinggau belum melakukan perekaman KTP-El, dari target 158.000 warga wajib KTP-El.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Lubuklinggau, Johan Imam Sitepu mengatakan ancaman pembekuan data untuk di kota-kota besar, seperti Jakarta. Itupun khusus warga wajib KTP-El usai 23 tahun.

“Logikannya, wajib KPT-El usia 17 tahun tapi sudah enam tahun belum melakukan perekaman. Sementara tidak ada alasan yang logis, mereka di perkotaan lokasi mudah diakses, bukan di hutan atau perkebunan, pemerintah patut curiga kenapa sudah enam tahun tidak melakukan perekaman,” jelas Sitepu.

Ditambahkan Sitepu, untuk di Kota Lubuklinggau justru banyak usia 17 tahun yang belum melakukan perekaman. Oleh sebab itu Disdukcapil Kota Lubuklinggau akan melakukan jemput bola, baik untuk pelajar maupun usia lanjut di Rumah Sakit (RS).

“Kalau ada lurah atau Ketua RT yang menginformasikan ada warganya belum melakukan perekaman dan sedang sakit, maka kami akan ke sana untuk memudahkan karena mereka juga biasanya keperluan untuk membuat BPJS Kesehatan,” jelas Sitepu.(nia/dlt)

Rekomendasi Berita