oleh

14 JCH Batal Berangkat

 

 

MUSI RAWAS – Sedikitnya 10 Jemaah Calon Haji (JCH) di Kabupaten Musi Rawas (Mura) 2019 ini keberangkatannya dibatalkan.

Hal itu dipastikan Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mura, H Hermadi melalui Kasi Penyelenggara Haji, Asror kepada koran ini, Rabu (30/1).

Jumlah kuota haji tahun ini sebanyak 182 JCH, hanya 172 orang yang dipastikan akan berangkat tahun ini. Sedangkan, untuk rencana keberangkatan ibadah haji pada Juni mendatang.

Menurutnya, kemungkinan besar akan ada penambahan yakni Lanjut Usia (Lansia) 19 orang beserta pendamping yang sudah masuk entri.

Hanya saja, hal utama yang menjadi masalah untuk diantisipasi bagi para JCH nantinya, yakni faktor kesehatan. Jangan sampai telah berangkat fisiknya tidak mampu, karena akibatnya bisa fatal.

“Seperti 10 JCH yang batal berangkat itu, karena banyak hal yang belum siap. Seperti ada yang sakit, dana kurang dan lainnya. Tetapi akan diberangkatkan pada 2020 nanti,” kata Asror.

Intinya untuk JCH bila daftar sekarang berangkatnya tahun 2035. Namun, kalau ada penambahan kuota maka bisa kemungkinan berangkat lebih cepat.

Termasuk, JCH umur 75 tahun diusulkan lebih cepat dengan catatan mendaftar dua tahun sebelumnya.

Sementara Kemenag Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) akan memberangkatkan 116 JCH pada 1440 Hijriah ini.

Berdasarkan data Kemenag Muratara, pertama akan diberangkatkan 120 JCH, namun 4 orang lainnya akan ditunda tahun berikutnya.

Dari empat orang tersebut, terdapat dua orang yang menderita lumpuh.

“Dua orang sakit lumpuh total, satu pindah ke Lampung dan satunya ini mestinya sudah berangkat dua tahun lalu namun sampai saat ini belum ada kejelasan, dikonfirmasi tak bisa, dan mendatangi kami pun tidak,” jelas Kepala Kemenag, H Ihsan Baijuri melalui Operator Haji Ari, Rabu (30/1).

Namun jumlah tersebut belum final. Jadi, jelas Ari, sebelum memasuki Ramadhan 1440 Hijriah akan dilakukan pendataan ulang, dan akan dilakukan pengecekan kesehatan.

“Sampai saat ini jumlah keberangkatan segitu, namun sebelum pelunasan nanti akan dilakukan lagi pengecekan kesehatan kembali, takutnya ada jamaah yang menderita penyakit yang tidak diperbolehkan, seperti penyakit Tuberculosis (TBC) stadium empat,” tambahnya.

Bila sudah dilakukan pendataan dan selesai melakukan tes kesehatan dan semuanya memenuhi syarat maka baru diperbolehkan melakukan pelunasan.

“Nanti sekitar dua bulan sebelum keberangkatan, akan keluar Keputusan Presiden (Kepres) mengenai jumlah pembayaran haji,” imbuhnya. (dlt/cw3)

Rekomendasi Berita