oleh

13 Warga Positif DBD

CURUP– Selama Januari 2019, sedikitnya ada 13 warga yang positif terkena Demam Berdarah Dengue ((DBD). Informasi ini disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Eni Seri Wahyuni, Kamis (31/1).

Dijelaskan Eni, selain 13 warga positif DBD, juga terdeteksi 10 orang warga yang suspek DBD.

“Dari jumlah yang positif DBD dan suspek ini tersebar di wilayah dua puskesmas, yakni puskesmas Curup dan Puskesmas Curup Selatan,” ungkap Eni.

Semua warga yang terkena DBD ini mendapat perawatan baik di RSUD Curup maupun di pelayanan kesehatan lainnya seperti klinik.

“Dari 2016 sampai sekarang penderita DBD ini tidak ada yang meninggal dunia,” katanya.

Eni juga memaparkan, jumlah penderita DBD dari tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami kenaikan yang cukup drastis meski pada tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami penurunan.

“Tahun 2016 jumlah yang terkena DBD sebanyak 224, kemudian tahun 2017 sebanyak 64 dan tahun 2018 kembali naik menjadi 220,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan angka DBD ini yang memiliki potensi cukup besar yakni curah hujan yang tinggi di Kabupaten Rejang Lebong serta masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungannya di sekitarnya.

“Kalau musim penghujan potensi terjadinya genangan air yang menampung di objek tertentu memicu perkembangan jentik nyamuk tinggi, terlebih kesadaran kebersihan lingkungan masih minim,” ungkapnya.

Meski terjadi peningkatan kasus DBD, namun Rejang Lebong belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab, ada beberapa indikasi yang bisa menyebabkan KLB, beberapa diantaranya terjadi peningkatan kasus, adanya yang meninggal dunia, angka jentik harus lebih dari 5 persen.

“Di Rejang Lebong belum hanya ada satu indikasinya cuma peningkatan kasus, untuk indikasi lainnya tidak ada,” katanya.

Ia berharap, tingginya kasus DBD di Rejang Lebong khususnya tahun 2018 kemarin pihaknya terus melakukan pencerahan pada warga untuk sadar kebersihan lingkungan.

“Kalau fogging terus dilakukan terlebih saat ditemukan kasus positif DBD, terpenting mengubah gaya hidup masyarakat dengan 3M plus yakni menguras, menutup dan mengubur serta memantau,” harap Eni. (sam)

Rekomendasi Berita