oleh

13 Orang Mengidap HIV

LINGGAU POS ONLINE– 13 Orang mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV). Empat orang warga Kota Lubuklinggau dan sembilan orang warga Kabupaten Musi Rawas (Mura). Sepanjang Januari-Juni 2019, 524 orang check ke Rumah Sakit Siti Aisyah. Hasilnya, tiga laki-laki dan seorang perempuan dinyatakan positif.

Sementara di Kabupaten Mura, sembilan orang pengidap HIV mayoritas merupakan sopir dan pekerja seks komersial. Bahkan, 2019 ini saja sudah ada 3 orang positif terjangkit HIV. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mura, Miftahulumi melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mura, Edwar Zulizar.

Ia menjelaskan, ada beberapa metode penularan penyakit HIV, seperti hubungan seks baik antara pria dengan wanita, wanita dengan wanita maupun pria dengan pria. Kemudian, penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi dengan darah terinfeksi, serta transfusi darah. Tanda-tanda awal seseorang yang telah terinfeksi virus HIV, kebanyakan bisa dilihat dari adanya beberapa penyakit terhadap orang tersebut.

Misalnya, berat badan menurun, diare, batuk berdahak, pembengkakan kelenjar getah bening, termasuk sariawan yang susah sembuh.

Meskipun demikian, bila ada gejala-gejala itupun, seseorang tidak bisa sebut positif mengidap HIV tanpa melakukan uji tes. Bila seseorang telah diperiksa dan positif, maka orang tersebut harus meminum obat Antiretroviral (ARV) seumur hidupnya. Obat ini tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sobirin.

Memang, penyakit HIV ini menjadi persoalan besar di dalam dunia kesehatan. Karena, hingga saat ini masih belum ditemukan secara pasti obat yang mampu membunuh virus tersebut, yang ada hanya obat untuk menekan perkembangan virus. Bahkan, penyakit HIV ada yang baru terdeteksi dari 5 sampai 10 tahun, tergantung dari kekuatan tubuh mereka masing-masing.

Bagi seseorang yang telah terinfeksi bila ingin bertahan maka harus mengonsumsi obat ARV yang telah disediakan oleh pemerintah seumur hidupnya. Untuk mencegah penyebaran virus HIV di Kabupaten Mura agar tidak terus bertambah, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, diantaranya melakukan skrining kepada kelompok-kelompok yang berisiko di 19 puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Mura. Adapun kelompok-kelompok yang berisiko terpapar virus HIV, yakni ibu hamil dan pasien TB Paru. Kemudian, melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap populasi kunci seperti LGBT, waria maupun PSK.

“Populasi kunci juga berlaku untuk wanita maupun pria yang suka gonta-ganti pasangan. Atau orang yang suka ‘jajan’ di luar,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak tertular penyakit HIV, dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan virus HIV masuk ke tubuh.

Laporan Herwinda/Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita