oleh

12.000 Tanah Belum Bersertifikat

LUBUKLINGGAU – Program Pemetaan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebelumnya dikenal dengan Prona kembali digulirkan 2019 ini. Kota Lubuklinggau mendapat kuota 12.000 persil, itu artinya di kota ‘Sebiduk Semare’ ada 12.000 bidang tanah belum bersertifikat.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Lubuklinggau, Agustin Samosir kepada Linggau Pos, Selasa (29/1) mengatakan untuk pengukuran ditargetkan ada 15.000 persil. Namun pengeluaran sertifikat hanya 12.000 saja.

Program PTSL 2019 sudah tahap sosialisasi di kelurahan, selanjutnya tahap pengumpulan data yuridis.

Dilanjutkan pengukuran dan pemetaan, data yuridis yang dimaksud seperti identitas, batas, surat-surat tanah dan kelengkapan lainnya.

“Bagi masyarakat yang sudah pernah tanahnya diukur dan dipetakan sebelumnya melalui PTSL, maka tinggal membawa surat-surat tanah, data kepemilikan dan batas, dan mengisi formulir permohonan hak untuk dapat di verifikasi oleh tim kami. Pengumpulan data ini dapat juga melalui Lurah/RT yang ditugaskan/SK membantu kegiatan ini,” jelas Agustin Samosir.

Ditambahkan Agustin Samosir, setelah diputuskan panitia/tim hasil verifikasi tersebut, sertifikat akan diterbitkan dan diserahkan tentunya selesainya administrasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Program ini kemungkinan tahun depan tidak ada lagi, jadi kami imbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini,” pesan Agustin Samosir.

Dijelaskan Agustin Samosir, program PTSL hanya untuk pendaftaran tanah pertama kali bukan peralihan hak, balik nama, hak tanggungan dan lainnya. (nia)

Rekomendasi Berita