oleh

11 Warga di Musi Rawas Diduga Keracunan Cilok

LINGGAUPOS.CO.ID- Masyarakat harus hati-hati dalam membeli makanan dijual penjaja makanan. Jangan tergiur dengan harga murah dan rasa yang enak, langsung melakukan pembelian. Harus dipastikan dulu kalau makanan itu tidak berbahaya. Karena, siapa tahu makanan yang dijual ditambah zat pewarna dan pengawat yang berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia. Maka, masyarakat harus paham ciri-ciri makanan yang baik maupun buruh.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hj Miftahullumi didampingi Kabid Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit, Edwar Zuliar, Senin (13/1).
Menurut Edwar, hal itu perlu dilakukan karena pada 7 Januari 2020 kemarin, ada 11 orang yang diduga mengalami keracunan makanan, jenis pentol bakso atau cilok yang dikonsumsi menggunakan saus dan kecap. Bahkan 9 diantara mereka harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sobirin, atas rekomendasi dari Puskesmas Selangit.

“Keracunannya terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, mulai makannya pukul 15.30 WIB. Dari 9 orang yang dirawat itu, 6 orang Balita dan 3 orang dewasa,” kata Edwar.
Edwar menjelaskan, gejala yang ditimbulkan 11 orang tersebut, mulai dari berkeringat, lemas, pusing, mual, muntah serta sakit perut. Bahkan, tim investigasi dari Dinkes Kabupaten Mura langsung melakukan investigasi penyelidikan, sekaligus mengambil sampel muntahan dari para pasien yang dirawat di rumah sakit, untuk diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Palembang.

“Sampai saat ini kami masih menunggu hasilnya, untuk mengetahui jenis keracunan apa yang ada pada tubuh masyarakat tersebut,” jelasnya.
Selain itu, kasus dugaan keracunan makanan ini dijadikan bahan evaluasi oleh Dinkes Mura agar peristiwa yang sama tidak terulang lagi. Hasilnya butuhnya kesadaran masyarakat atau pedagang makanan untuk paham tentang sanitasi makanan. Sanitasi makanan di sini, mulai dari sumber makanan harus bebas dari racun, termasuk cara pengolahan dan cara penyajian makanan yang harus diperhatikan.

“Kami juga telah konsultasi dengan bagian kesling, diharapkan nantinya memantau dari sisi kesehatan lingkungan dan pengolahan makanan,” ujarnya.
Bahkan, Dinkes Mura juga telah berusaha untuk mendata semua tempat pengolahan makanan. Selain itu, diharapkan adanya kesadaran dari pedagang makanan untuk melaporkan makanan yang diproduksinya ke Puskemas. Nanti ada pembinaan terhadap industri rumah tangga yang sudah melapor tadi, bila dinyatakan aman akan diberi sertifikat.

“Sebenarnya ini sudah berjalan. Tapi dari pedagang masih banyak yang belum melapor. Padahal mereka dagang pentol bakso, pempek dan makanan apapun, semuanya harus melapor ketika berjualan makanan,” katanya.
Lanjutnya, kalau pendataan tetap, tapi jelas tidak terdata semua oleh kami. Kalau dibebankan kepada petugas semua, ya ini dampaknya hanya sebagian penjual makanan yang terlapor dan dibina, dan yang tidak terlapor ini banyak, maka dibutuhkan kesadarannya,” ungkapnya. (*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul “Dinkes Pantau Kasus Dugaan Keracunan”.

Rekomendasi Berita