oleh

11 Unit Mobil Tak Diambil

Eksekusi Lahan Damri

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Pasca eksekusi lahan Perum Damri, 11 unit mobil masih terparkir di halaman belakang Mapolres Lubuklinggau.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Hendri Agustian didampingi Wakil Panitera (Wapan), Hasahatan Sormin, Jumat (22/12) mengungkapkan memang sudah ada yang koordinasi akan mengambil mobil.

Tapi, oleh Pengadilan Negeri diminta untuk mengajukan semacam surat permohonan, baik dari pemilik atau yang dikuasakan oleh pemilik untuk mengambil mobil.

Selain itu, pemohon juga harus menunjukkan kelengkapan surat-surat mobil yang akan diambil, baik STNK maupun BPKB, serta menunjukkan identitas diri ke Pengadilan Negeri Lubuklinggau.

“Setelah itu, kami (Pengadilan Negeri Lubuklinggau, red) akan membuat berita acara penyerahan, dan saat penyerahan tersebut akan disaksikan langsung oleh pihak Pengadilan Negeri Lubuklinggau, dan pemohon dalam hal ini perwakilan Perum Damri atau JPN (Jaksa Penasihat Negara, red),” kata Hasahatan Sormin, kemarin.

Jadi, dilanjutkannya, untuk mobil belum ada yang mengajukan pemohonan untuk pengambilan. Sementara, untuk perabotan rumah tangga yang diamankan dari rumah Yancik sudah diambil, dan sudah dibuat berita acara serah terimanya.

“Kalau perabotan yang kami amankan dari rumah Sarbeni belum diambil,” imbuhnya.

Siapapun, kata Hasahatan, bisa mengambil barang-barang yang diamankan dari tempat eksekusi, asalkan memenuhi syarat yang sudah ditetapkan. Sebab, barang-barang tersebut hanya diamankan saja, bukannya disita.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan para pemulung mulai berdatangan ke lokasi eksekusi. Pemulung tersebut mengambil barang-barang yang masih laku dijual ke tengkulak barang berkas, seperti seng, besi-besi penyangga bangunan dan masih banyak lagi barang bekas yang masih laku dijual, dikarenakan lokasi eksekusi belum dipagar oleh pihak Perum Damri.

Di Mapolres Lubuklinggau, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin mengatakan bahwa mengenai tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka yakni, Aipda Sarbeni (44) warga inisial AL alias YC (50) serta SJ (43) ditahan di Mapolres Lubuklinggau.

“Saat ini kedua tersangka, AL alias YC dan SJ sudah ditahan dan masih dilakukan perlengkapan berkas dan bukti-bukti perkara. Sedangkan untuk oknum polisi, pihak Polda Sumsel yang melakukan prosesnya,” kata Ali Rojikin.

AKP Ali Rojikin menjelaskan, pastinya mengenai kedua tersangka yang ditahan di Mapolres Lubuklinggau akan secepatnya melakukan kelengkapan berkas dan bukti-bukti agar segera mungkin dilimpahkan ke Kejari Lubuklinggau mengikuti proses sidang.

“Namun, untuk waktunya tidak bisa dipastikan, tapi dipastikan secepatnya,” jelas Kasat Reskrim.

Lebih lanjut ia menjelaskan, mengenai 17 orang yang sempat diamankan sudah dibebaskan kemarin, sebab hanya dimintai keterangan sebagai saksi saat proses eksekusi lahan Perum Damri dan saat ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Karena, yang dalang melakukan perlawanan saat dieksekusi yakni ketiga tersangka yang sudah ditahan saat ini,” ucap pria berpangkat balok tiga ini.

Disinggung mengenai lahan Perum Damri?

“Kalau itu sudah pihak Pengadilan Negeri. Bukan lagi wewenang aparat keamanan, wewenang aparat keamanan saat proses eksekusi melakukan pengamanan, kecuali ada perintah dari pimpinan melalui pihak Pengadilan Negeri Lubuklinggau,” tutupnya.(11/16)

Komentar

Rekomendasi Berita