oleh

11 Desember Penerbangan Perdana NAM Air

11 Desember 2013 merupakan hari bersejarah bagi NAM Air. Pasalnya pada tanggal tersebut NAM Air memulai penerbangan perdana atau Inaugural Flight dari Jakarta menuju Pangkalpinang dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500, pada pukul 10.00 WIB (10 11 12 13).

Maskapai yang merupakan bagian dari Sriwijaya Air Group ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 26 September 2013. Hadirnya NAM Air menjadi pilihan lain bagi pengguna jasa penerbangan yang akan bepergian ke wilayah Indonesia.

Asal usul nama NAM Air ini diambil dari nama ayahanda CEO Sriwijaya Air Chandra Lie yang bernama Lo Kui Nam. Digunakannya nama tersebut oleh sang anak adalah sebagai bentuk dedikasi penghargaan terhadap jasa ayahnya. Lo Kui Nam membesarkan enam bersaudara Lie. Jadi Chandra Lie ingin membesarkan nama ayahnya dan menghargai pribadi yang membesarkannya.

Diilhami oleh color identity Sriwijaya Air, NAM Air menggunakan warna yang sama yaitu merah, putih dan biru. Maknanya adalah menandakan keberanian, kejujuran dan simbolisasi keberadaan NAM Air yang selalu mengudara di angkasa.

NAM Air mengusung visi menjadi airlines pilihan utama pelanggan. Visi ini merupakan tantangan dari seluruh manajemen dan karyawan NAM Air untuk memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga dapat mencuri perhatian masyarakat dan pelanggan untuk selalu ingat dan memilih NAM Air sebagai satu-satunya maskapai yang dapat dipercaya dan diminati pelayanannya.

Sementara itu, dua misi yang diembannya adalah Merajut Negara Kepulauan, serta Melayani, Mengabdi dan Berbagi. Misi pertama tentu menjadi kebanggaan NAM Air bila suatu saat nanti, keberadaannya dapat melayani pelanggannya di seluruh kepulauan Indonesia. Jangkauan antar pulau ditempuh dengan mudah dan singkat. Sedangkan melayani adalah prinsip kerja yang dimiliki untuk memberikan pelayanan terbaiknya, dimulai dari antar karyawan hingga kepada pelanggannya. Makna mengabdi pun demikian sifatnya, yaitu pengabdian kepada perusahaan secara khusus, dan negara pada umumnya. Dan berbagi menjadi kunci terakhir untuk selalu ingat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“NAM Air hadir untuk menjadi feeder atau pengumpan bagi Sriwijaya Air, yang saat ini telah melayani penerbangan dari Sabang hingga Marauke. Bila rute penerbangan Sriwijaya Air melayani antar ibukota provinsi di seluruh Indonesia maka NAM Air akan melayani rute lanjutan menuju ke wilayah di tingkat kotamadya atau kabupaten,” kata Direktur Utama NAM Air, Jefferson Jauwena.

Sedangkan penerbangan reguler pertama NAM Air pada 19 Desember 2013 dengan menggunakan dua pesawat B737-500. Adapun rute pertama yang diterbangi yakni dari Jakarta-Pontianak PP, Yogyakarta – Pontianak PP. Pesawat kedua untuk menerbangi rute Palu–Luwuk PP, Surabaya – Palu PP, Surabaya–Pangkalbun PP dan Semarang–Pangkalbun PP.

Maskapai yang merupakan sister company Sriwijaya Air ini menerima Sertifikat Operator Penerbangan atau Air Operator Certificate (AOC) 121-058 tertanggal 29 November 2013 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kementrian Perhubungan Republik Indonesia.

Dalam kategori bisnisnya, NAM Air berada pada kategori Medium Service, sama halnya posisi yang diterapkan oleh Sriwijaya Air. Kesamaan kategori pelayanan inilah menjadi aset yang kuat untuk memberikan kepada pelanggan, baik pelanggan Sriwijaya Air maupun NAM Air tanpa perbedaan hitungan harga tiket dan pelayanannya. Dengan kesamaan posisi ini maka segala bentuk pelayanan pelanggan sama persis antara Sriwijaya Air dengan NAM Air.

Tahun ini NAM Air menginjak usia yang ke empat tahun. Meski dibilang baru berusia ‘Balita’, namun maskapai swasta nasional ini telah membuktikan kepada masyarakat dan pelanggan di seluruh Indonesia sebagai perusahaan jasa penerbangan yang telah mengokohkan keberadaannya dengan perfomance ketepatan waktu terbaik dan ekspansi rute penerbangan yang telah meluas.

On time perfomance yang dicapai oleh NAM Air hampir menyentuh angka sempurna, yaitu 91,63%, sedangkan rute penerbangan yang telah dilayani pun hampir merengkuh seluruh pelosok, dengan menyinggahi 41 kota tujuan di Indonesia, dan satu kota tujuan internasional, yaitu ke Timor Leste.

Beberapa hari lalu, sister company Sriwijaya Air ini juga mendatangkan lagi satu unit pesawat ATR 72-600 yang melengkapi alat produksinya untuk melakukan ekspansi yang lebih luas dan lebih dalam di wilayah Indonesia. Kelengkapan armada Jet dan propeller yang dimiliki NAM Air menjadikan lebih fleksibel untuk mengembangkan sayapnya di wilayah-wilayah destinasi dengan pola integrasi pelayanan penerbangan dengan induknya, Sriwijaya Air.
Bisa dilihat bukti nyata integrasi pelayanan tersebut dengan pola pengumpan (feeder) yang diemban oleh NAM Air, sementara itu rute-rute utama (trunk line) dilayani oleh Sriwijaya Air. Jadi hanya dengan satu tiket penerbangan, pelanggan dapat terbang ke destinasi yang diinginkan melalui dua maskapai swasta nasional ini dalam hitungan jam saja.

Seluruh destinasi NAM Air, terutama di wilayah terdalam menjadi satu kontribusi positif untuk pengembangan pariwisata dan mobilisasi masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun pemerintahan. Setelah ekspansi dilakukan di wilayah Papua, Nusa Tenggara, maka yang tak kalah menariknya adalah destinasi ke wilayah Kalimantan, yang baru-baru ini dilayaninya. Kota Ketapang, Putusubau, dan Sintang adalah menjadi kota favorit terbaru dari kunjungan pelanggan ke wilayah Kalimantan. Terbukti, belum genap satu bulan, rute tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan akses ke daerah tersebut pun menjadi lebih singkat.

President & CEO Sriwijaya Air Group, Chandra Lie mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke Empat untuk NAM Air.

“Semoga visi besarnya ‘Merajut Pulau Mendekatkan Jarak’ dapat dinikmati oleh masyarakat pengguna transportasi udara di Indonesia menjadi semakin dekat aksesnya. Sekali lagi selamat ulang tahun, dan tetaplah menjadi yang terbaik untuk pelanggan, baik dari sisi on time perfomance maupun pelayanannya,” ucap President & CEO Sriwjaya Air Group, Chandra Lie. (Rls/CW06)

Komentar

Rekomendasi Berita