oleh

10 Perompak Bersenjata Bajak Kapal Warga Australia di Perairan OKI

LINGGAUPOS.CO.ID- Sat Polair Polres OKI berkoordinasi dengan Dit Polairud Polda Sumsel dan Polair Bandar Lampung hingga saat ini tengah mencari para pelaku perampokan terhadap Tadeusz Novysky (70), warga Australia di perairan wilayah Kabupaten OKI berbatas dengan Lampung,  Minggu (24/5/2020) lalu.

Informasi yang dihimpun, komplotan perompak itu disebut-sebut berasal dari Kabupaten OKI berjumlah 10 orang menggunakan senjata api.

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Peluppesy melalui Kasat Polair, AKP Suprawira SH MH mengatakan, “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mengejar pelaku. Ada 6 orang pelaku yang identitasnya sudah dikantongi yang berasal dari Sungai Sibur, Kecamatan Sungai Menang OKI. Sementara diduga total pelaku diduga berjumlah sepuluh orang,” jelasnya seperti dikutip dari sumeks.co, Jumat (29/5/2020).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyan, kronologis kejadian bermula korban pemilik kapal yacht dengan nama lambung Hoopla melintas di lokasi kejadian Minggu (24/5/2020). Polda Lampung menemukan kapal yacht tersebut terombang-ambing di tepi perairan Kuala Teladas, Tulangbawang.

Kemudian korban dievakuasi tim gabungan dari Polair Polda Lampung, Polres Tulangbawang dan Basarnas. Kondisi korban saat ditemukan kelaparan karena kehabisan logistik, namun tidak mengalami luka.

Korban berlayar dari Australia menuju Jakarta pada 22 Mei 2020 lalu. Korban bermaksud menjual kapal yacht berukuran kecil miliknya itu ke Jakarta.

Korban sempat singgah di Batam dan melanjutkan pelayaran kembali menuju Jakarta dengan menyusuri pantai timur Sumatera. Minggu (24/5/2020), korban dihadang kawanan perompak di perairan wilayah OKI berbatasan dengan Lampung. Pelaku 10 orang, 4 di antaranya menggunakan senpi.

Pelaku membawa kabur sejumlah perlengkapan di kapal. Di antaranya, emergency positioning record beacon (EPIRB), GPS, alat navigasi, radio komunikasi, ponsel merek iPhone, dokumen kapal, kemudi kapal, dynamo starter mesin, aki serta alat pengolah logistik dan kompor. Lalu merampas Paspor, kartu ATM, dan uang tunai 700 dolar Australia.

Korban sempat memberitahukan kondisinya dengan menekan tombol sinyal keselamatan EPIRB atau (emergency positioning record beacon). Sinyal EPIRB diterima oleh International Maritim Organization (IMO) kemudian diteruskan ke Kedutaan besar Australia di Jakarta yang kemudian menghubungi Polri serta Basarnas.

Polda Lampung bekerja sama dengan jajaran Polda Sumsel untuk mengungkap kasus perampokan tersebut. Karena TKP tindak pidananya terjadi di wilayah perairan Sumsel, untuk tindak lanjut kasusnya sesuai wilayah yuridisnya yakni di Sumsel.(*)

Rekomendasi Berita