oleh

10 Orang Positif HIV, 2 Meninggal Dunia

LINGGAUPOS.CO.ID – Setidaknya ada 10 orang pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif. Tujuh orang tinggal di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan tiga orang warga Kota Lubuklinggau.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mura, H Nizar menyampaikan ada beberapa metode penularan penyakit HIV, seperti hubungan seks baik antara pria dengan wanita, wanita dengan wanita maupun pria dengan pria.

Kemudian, penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi dengan darah terinfeksi, serta transfusi darah.

Tanda-tanda awal seseorang yang telah terinfeksi HIV, kebanyakan bisa dilihat dari adanya beberapa penyakit terhadap orang tersebut.

Misalnya, berat badan menurun, diare, batuk berdahak, pembengkakan kelenjar getah bening, termasuk sariawan yang susah sembuh.

Meski demikian, bila ada gejala-gejala itupun, seseorang tidak bisa sebut positif mengidap HIV tanpa melakukan uji tes.

Bila seseorang telah diperiksa dan positif, maka orang tersebut harus meminum obat Antiretroviral (ARV) seumur hidupnya. Obat ini tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sobirin. Bahkan, penderita penyakit ini baru terdeteksi adanya perubahan setelah terjangkit 5 sampai 10 tahun.

“Jadi, penderita tidak merasa kalau ia telah terjangkit HIV. Namun, setelah 5 sampai 10 tahun baru tanda-tandanya terlihat jelas, karena penyakit yang diderita yang bersangkutan tak kunjung sembuh,” jelasnya.

Dijelaskan Nizar, Dinkes Mura telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran HIV, dengan melakukan skrining kepada kelompok-kelompok yang berisiko di 19 puskesmas yang ada di Kabupaten Mura. Kelompok berisiko dimaksud yakni, ibu hamil, pasien TB Paru, serta populasi kunci seperti LGBT, waria maupun Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Bagi yang telah terinfeksi HIV bila ingin bertahan hidup, harus mengonsumsi obat ARV yang telah disediakan oleh pemerintah seumur hidupnya,” jelas dia.

Mengingat bahayanya HIV ini, maka pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan penyakit ini masuk ke tubuh. Caranya, tidak melakukan seks menyimpang, menggunakan narkoba hingga perbuatan lainnya yang diduga dapat membuat virus ini masih ke tubuh.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Cikwi melalui Kasi P2P, Devid membenarkan sejak Januari sampai Juli 2020 ada tiga pasien menderita HIV. Terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Tahun ini, ada satu pasien HIV meninggal.

Sedangkan untuk tahun 2019 ada sembilan pasien dengan delapan pasien laki-laki dan satu pasien perempuan. Salah satu dari mereka juga ada yang meninggal. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita