oleh

Warga Demo, Ini Komitmen Manager PLN Lubuklinggau

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Puluhan warga geruduk Kantor PLN Rayon Lubuklinggau, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, pukul 22.00, Minggu (12/8). Mereka berasal dari Kelurahan Perumnas Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Menurut salah seorang warga Kelurahan Rahma yang ikut dalam aksi tersebut Agustaman (45) aksi protes itu dilakukan karena lebih dari satu minggu ini di tempat tinggal mereka (empat kelurahan tadi) listriknya sering padam. Bahkan kondisi ini juga dikeluhkan warga Kelurahan Air Temam, Kelurahan Tabarejo, dan Kelurahan Jukung.
“Paling parah tiga hari ini. Jadi listrik padam itu tidak hanya siang hari. Tetapi juga malam hari. Akibatnya, banyak terjadi kehilangan. Contohnya, rumah tetangga kami Pak Jhon kehilangan 3 unit sepeda motor,” terang Agustaman tadi malam.

Sehingga mereka menuntut agar PT PLN Rayon Lubuklinggau segera mengoptimalkan aliran listrik.

Setelah dilakukan mediasi, pukul 23.00 WIB Manager PT PLN Rayon Lubuklinggau M Arham Ginting membuat komitmen tertulis yang disaksikan warga yang melakukan aksi.

Dalam komitmen itu disebutkan beberapa poin yang akan dilakukan manajemen PT PLN, diantaranya pertama, meningkatkan pelayanan listrik di Kelurahan Perumnas Rahma, dan Kelurahan Mesat Seni.

Kedua, memberikan informasi melalui pemerintah maupun tokoh masyarakat jika ada gangguan atau pemeliharaan. Ketiga, melakukan peningkatan pemeliharaan preventif atau pencegahan kemungkinan penyebab gangguan. Keempat, tidak akan melakukan pemadaman lebih dari delapan jam berturut-turut tanpa memberi pemberitahuan sebelumnya. Dan kelima, masyarakat siap membantu dan mendukung PLN dalam upaya meningkatkan keadalan kelistrikan di kelurahan tersebut.

Pernyataan itu ditandatangani langsung oleh M Arham Ginting.

Saat dikonfirmasi Linggau Pos di lapangan, Arham Ginting mengakui dalam beberapa hari ini memang mengalami gangguan distribusi listrik ke pelanggan.

“Ada gangguan peralatan kita di Perumahan Madani, peralatan yang rusak adalah isolator tarik atau hang isolator, yang secara teknik memang butuh waktu menemukanya. Para pendemo menuntut agar kami lebih baik lagi. Akhirnya kami membuat sebuah komitmen,” tuturnya. (08/CW01/02)

News Feed