Sulfi Akan Temui Ketum DPP PKB

Raden : Kader PKB Tetap Solid

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Sulfi Hendra, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC Kota Lubuklinggau berkomitmen untuk mengusut konflik yang ada di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Lubuklinggau. Terkait adanya pergantian kepengurusan, yang dinilai sepihak dan tidak melalui mekanisme partai oleh Ketua DW PKB Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ramlan Holding.

Pasalnya pergantian pengurus DPC PKB Kota Lubuklinggau,tanpa melalui mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PKB, pengurus DPW Provinsi Sumsel tiba-tiba mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru untuk pengurus DPC di empat daerah di Provinsi Sumsel.

Keempat pengurus DPC PKB kabupaten/kota yang diganti secara sepihak tanpa melalui mekanisme AD/ART, yakni pengurus DPC PKB Kota Pagaralam, Kota Lubuklinggau, Kabupaten OKI dan DPC PKB Kabupaten Muara Enim. Pihaknya menduga, ada pemalsuan tanda tangan Ketua PAC, ketua NU serta tanda tangan lainnya. Artinya pengurus DPW sudah sangat jauh melanggar AD/ART.

Secara lisan diakui Sulfi Hendra, keberatan ini sudah disampaikan kepada pengurus DPW PKB Provinsi Sumsel, Jumat (1/6). Ada 50 kader DPC PKB Kota Lubuklinggau mendatangi Sekretariat DPW PKB Provinsi Sumsel, untuk menanyakan permasalahan ini. Sayangnya, pada saat ini baik ketua maupun Sekjen DPW PKB Provinsi Sumsel tidak ada di tempat.

Untuk itu, setelah hari raya Idul Fitri nanti, ia bersama tiga mantan Ketua DPC yang dipecat secara sepihak akan langsung menemui Ketua Umum (Ketum) DPP PKB, Muhaimin Iskandar di Jakarta. Tujuannya, untuk kembali menyampaikan keberatan atas pemecatan mereka sekaligus menyampaikan tuntutan, yakni meminta Ketum PKB memecat Ketua DPW PKB Provinsi Sumsel, Ramlan Holding. Lalu mengkaji kembali SK yang dikeluarkan, dan mengembalikan SK sebelumnya. Kalaupun ada pergantian kepengurusan, harus melalui mekanisme partai.

“Saya rasa pengurus DPW tahu mekanisme mengenai pergantian kepengurusan DPC tingkat kabupaten/kota. Harus ada surat perintah dari DPP untuk segera melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab), lalu ditindaklanjuti dengan rapat pleno dan Muscab. Tujuannya, untuk menjaring kader PKB yang ingin masuk kepengurusan DPC. Kenapa tahapan ini tidak dilaksanakan sama sekali, ini yang kita protes,” tegas Sulfi Hendra.

Ketua DPC PKB Kota Lubuklinggau Raden Syalendra, mengaku saat ini pihaknya fokus dengan agenda partai. Kalaupun ada aksi protes, hal yang wajar. Karena menurut anggota DPRD Kota Lubuklinggau ini perlu diingat, kalau partai ada aturan main dan agenda-agenda politik yang harus dijalankan.

Apalagi pihaknya setelah lebaran segera membuka penjaringan bakal calon Legislatif (Bacaleg). Untuk mencapai target minimal satu Daerah Pemilihan (Dapil) satu kursi, penjaringan harus dilaksanakan dengan baik.

“Kita harus fokus menjalankan perintah Ketum, untuk memenangkan pasangan NanSuko di Pilkada serentak nanti serta Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Ini yang saya minta kepada kader dan simpatisan PKB,” jelasnya.

Adanya konflik internal saat ini, ia yakin tidak mengganggu kinerja dalam menjalankan agenda partai. Kader PKB pun masih tetap solid.

“Karena namanya kader, pasti cinta dengan PKB bukan menjelek-jelekkan partai,” tegasnya. (13)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci