SMPN Muara Beliti Sekolah Adiwiyata Provinsi Sumsel

GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 28 Juli 2018 lalu menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Sumsel kepada SMPN Muara Beliti. Atas pencapaian itu, pada momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas (Mura) juga memberikan piala penghargaan untuk SMPN Muara Beliti, Rabu (8/8).

Penghargaan itu diserahkan Bupati Mura H Hendra Gunawan kepada Kepala SMPN Muara Beliti di Lapangan Desa U2 Karyadadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Mura. Momen istimewa itu juga disaksikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mura, dr Hj Noviar Marlina Gunawan dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mura, Irwan Evendi.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua stakeholders SMPN Muara Beliti. Pencapaian ini berkat semangat dan kerja keras kita semua,” tutur Emi Susanti, M.Pd.

Seperti yang dilakukan Pembina 10K, Julianto selalu setia merawat tanaman sekolah, dan Indra Sharul Gunawan yang konsisten memilih sampah yang akan dilempar ke Bank Sampah Sempurna.

Pencapaian ini bukan mudah. Emi mengakui itu. Sebab, semuanya berawal dari sebuah tantangan.

“Saya mulai dipercaya memimpin SMPN Muara Beliti 1,4 tahun yang lalu. Pertama kali di sini, orang mengenal SMPN Muara Beliti ini sebagai sekolah besar di Kabupaten Mura. Namun tidak ada prestasi. Inilah tantangan pertama saya,” tutur ibu yang bergelar Magister Manajemen Pendidikan itu.

Menjawab tantangan ini, hal pertama yang dilakukannya dengan mengubah karakter siswa maupun guru. Namun tetap keteladanan utamanya, sebagai kepala sekolah, Emi konsisten untuk selalu memberi contoh.

“Dari sisi kebersihan lingkungan sekolah, saya langsung berkoordinasi dengan Wina, pegawai di DLH Kabupaten Mura. Lalu, kami memperbanyak kotak sampai yang lima item. Setelah itu, kami gencar sosialisasi kepada siswa-siswi kalau membuang sampai pada tempatnya. Kebiasaan yang wajib dilakukan, sebelum pulang pembersihan lingkungan sekolah. Itu hampir empat bulan saya lakukan,” jelas Emi.

Bahkan, Emi tak segan-segan setiap pagi dan tiap ada sampah di halaman sekolah dia langsung yang memungut dan membuang tanpa perintah.

Setelah manajemen sampah membaik, Emi baru menggiatkan penanaman bibit pohon dan bunga di seluruh sudut sekolah.

“Saya bersyukur, Wina dari DLH Mura tak segan-segan ke sekolah untuk sosialisasi. Karena kami undang langsung. Alhamdulillah juga kami salah satu sekolah yang punya Bank Sampah yang aktif dan dianggap baik oleh DLH Mura. Dari Bank Sampah itu juga yang banyak diinovasi menjadi produk-produk bernilai ekonomis bagi seluruh stakeholders di sekolah kami,” imbuhnya. (02)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci