oleh

SMAN 1 Model Muara Beliti Nyaman Jadi Tempat Belajar Siswa

SEKOLAH bukan hanya tentang konsep belajar. Tetapi juga merupakan tempat dimana lembaga pendidikan mendidik dan mengajarkan suatu konsep karakter yang baik.

Pembentukan karakter siswa bukan hanya melihat atau mencontoh dari perilaku guru. Namun, pembentukan karakter juga bisa dilakukan secara pro-aktif melalui beberapa kegiatan disekolah yang direncanakan.

Sebagaimana yang telah rutin diselenggarakan di SMAN 1 Model Muara Beliti. Sekolah yang terletak di Desa Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas ini telah meletakkan pembangunan karakter positif sebagai budaya.

Sehingga setiap kegiatan yang diadakan, langsung bertujuan mengembangkan kepribadian siswa.

“Menurut kami, kepercayaan diri, rasa hormat dan juga integritas yang baik dan tertanam dalam kegiatan siswa adalah sikap-sikap yang wajib dimiliki anak. Selain di kelas, mereka mengasahnya dengan andil dalam ragam ekskul di sekolah,” terang Kepala SMAN 1 Model Muara Beliti, Yasbudaya, Sabtu (15/9).

Dalam sepekan ini saja, ragam kegiatan pembangunan karakter siswa diadakan SMAN 1 Model Muara Beliti. Pertama, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pengurus OSIS Periode 2018-2019, 10 September 2018.

“Memang ini even tahunan. Namun, kami sadar sekolah ini ada untuk melahirkan generasi muda yang kelak jadi pemimpin di masa depan. Kita ingin pemimpin yang jujur, berintegritas, dan nasionalis. Maka, tahapan paling awalnya mereka harus mencicipi bagaimana berorganisasi, terutama di OSIS. Agar proses menjalankan amanah di OSIS lancar, mereka didiklat. Dari LDK ini, pengurus OSIS dapat modal ilmu, sehingga setiap program kerjanya bisa terlaksana dengan baik,” jelas Yasbudaya.

Tak hanya itu, dilanjutkan lagi dengan penguatan Rohani dengan melibatkan 500 siswa dalam Peringatan Momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, Jumat (14/9).

Acara itu sengaja digelar, kata Yasbudaya, untuk kembali mengingatkan guru, staff juga peserta didiknya untuk benar-benar mengisi tahun 1440 Hijriah dengan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Introspeksi, termasuk saya. Kita semua harus punya komitmen menuju pribadi yang lebih baik. Termasuk dalam mengelola sekolah ini, harus bisa lebih baik, lebih berkualitas. Terlebih kita sudah berstatus Sekolah Model Tingkat Provinsi Sumsel,” terang dia.

Dalam kegiatan Peringatan 1 Muharram itu Ustadzah Martini diundang untuk memberikan tausiyah. Ia mengaku bangga menyaksikan keindahan dan kebersihan SMAN 1 Model Muara Beliti. Ia juga terkesima melihat kesantunan para siswanya. Ia berharap budaya positif ini terus dipertahankan, agar SMAN 1 Model Muara Beliti tetap bisa setara dengan sekolah-sekolah unggulan di Sumsel ini. Ustadzah Martini juga berharap, budaya positif yang sudah dibiasakan di SMAN 1 Model Muara Beliti diharapkan bisa dibagi ke sekolah-sekolah lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Guru Pendidikan Agama Islam di Kota Lubuklinggau tersebut membagi ilmu S2M ( Sabar, Syukur dan Muhasabah) sebagai kunci sukses meraih masa depan gemilang.

Sebab kata dia, tanpa S2M, sulit bagi seseorang menerima setiap yang Allah SWT takdirkan.

Sementara itu, Yasbudaya menambahkan, dari tahun ke tahun, ia bersama guru dan staff SMAN 1 Model Muara Beliti terus berusaha menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa-siswinya.

“Kami sadar betapapun hebatnya guru mengajar, bagusnya kurikulum pendidikan dan lengkapnya sarana dan prasarana belajar. Belum berarti banyak jika tidak didukung oleh lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif. Maka, kami melakukan perindangan sekolah, menciptakan lingkungan yang kondusif, hijau, dan konsisten dalam penataan taman, warna dinding serta koridor kelas. Semua ini kami lakukan, agar siswa-siswi kami betah belajar dan mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah,” imbuh dia.(lik)

News Feed