Roni Mengaku Puas Setelah Membunuh

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Sidang perkara pembunuhan Waluyo, Kamis,(13/9) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. Agendanya mendengarkan keterangan dari terdakwa, Roni Paslah (22), warga Desa Pulau Panggung Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Dalam sidang itu, terdakwa mengatakan “Awalnya saya dituduh Waluyo mencuri getah karetnya. Terus saya sakit hati, dan mulai timbul rasa ingin membunuh”.

Kemudian, ditambahkan terdakwa. “Saat itu saya berada di pondok kebun karet saya. Tiba – tiba Waluyo lewat, karena masih kesal, akhirnya saya turun dari pondok sambil memegang pisau dan menusuk dada kanan korban sebanyak satu kali. Setelah menusuk, saya pun lari dan pisau saya buang”.

Diakui terdakwa, setelah menusuk korban, ada rasa kepuasaan dalam batinnya. Namun saat sore hari mendengar dari warga jika Waluyo meninggal, timbul rasa kasihan dan penyesalan.

Namun keterangan terdakwa berbeda dengan isi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuniar SH. Dalam dakwaan terungkap, Senin, 12 Maret 2018, pukul 10.WIB, saat Roni hendak pergi bekerja bertemu dengan Waluyo. Lalu Waluyo berkata dengan Roni “Nga bukan ngambek getah karet aku” lalu Roni menjawab “Aku idak ngambik getah karet kau”.

Karena tidak senang dengan tuduhan korban, timbul niat terdakwa untuk menghabisi nyawa Waluyo.

Kamis, 15 Maret 2018, pukul 09.00 WIB terdakwa berangkat dari rumah menuju kebun karet milik Waluyo. Setibanya di kebun karet Waluyo, terdakwa melihat korban sedang menyadap karet.

Lalu terdakwa mengeluarkan sebilah pisau dari pinggang sebelah kiri, yang sudah dibawa terdakwa dari rumah. Kemudian terdakwa mendekati korban dan langsung menusuk dada kanan Waluyo sambil berkata “Mati kau Waluyo”. Setelah menusuk korban, terdakwa langsung pergi dan membuang pisau miliknya di kebun karet.

Kemudian Khoirul Hasaini, anak korban mendatangi kebun karet tempat korban menyadap karet. Ia melihat ayahnya bersimbah darah, dengan posisi sujud mencium tanah dan sudah tidak bernyawa lagi.

Setelah mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim Indra Lesmana SH, dengan hakim anggota Andi Barkan SH MH dan hakim Syahreza Papelma SH MH dengan panitera pengganti (PP) Rahmad Wahyudi SH, menunda sidang hingga Selasa(18/9) dengan agenda tuntutan dari JPU Yuniar SH.

Sebelumnya, oleh JPU Yuniar SH, terdakwa dilanggar Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman seumur hidup.(cw1)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci