Puluhan Dokter Pertajam Ilmu Kegawatdaruratan Jantung

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi manusia dan bisa mematikan. Pasien penderita penyakit jantung di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya tergolong tinggi. Hal inilah yang memotibasi puluhan dokter menimba ilmu dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr.Haikal, SpJP,FIHA agar bisa melakukan penanganan terbaik ketika menghadapi kondisi kegawastdaruratan jantung.

Menurut Direktur Rumah Sakit (RS) AR Bunda dr Sarah Ainar Rahman, kegiatan itu diadakan RS AR Bunda untuk meningkatkan kompetensi para dokter dalam melakukan penanganan pasien.

Selain itu, diadakan pula Workshop pemeriksaan rekaman listrik jantung atau EKG.

“Karena kemampuan menerjemahkan EKG menjadi standar yang dibutuhkan oleh dokter umum dalam era globalisasi sekarang ini. EKG sebagai salah satu alat yang mendukung dalam melakukan diagnosa untuk membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit jantung, khususnya kejadian kegawatan,” terang dr Sarah, Sabtu (16/9).

Tujuan dari penyelenggaraan pelatihan EKG ini untuk meningkatkan kemampuan dokter dalam menerjemahkan EKG dilingkungan klinik dan meningkatkan keahlian khusus dokter dalam membaca EKG.

Perlu diketahui, kedua skill yang dipelajari para dokter di Kota Lubuklinggau itu, sebagai upaya menekan angka penderita penyakit jantung. Sebab penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) menjadi salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia.

Upaya yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah diantaranya dengan mesosialisasikan perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Idris mengingatkan, masyarakat diimbau melakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol rutin atau minimal sekali dalam setahun di Pobindu PTM/Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), diharapkan seluruh komponen bangsa berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“GERMAS penting dilakukan, dengan harapan dapat meningkatkan produktifitas sehingga dapat menurunkan biaya pelayanan kesehatan. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung,” jelas dia.

Sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan penyakit jantung koroner dapat diturunkan.(lik)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci