oleh

Pintu Didobrak, Dirampok, Diseret ke Hutan

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Kejadian perampokan dan dugaan percobaan penculikan terjadi sekira pukul 01.00 WIB, Sabtu (26/5), di salah satu perumahan Jalan Kali Kesik, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Korbannya seorang Apoteker RS DR Sobirin, Meitisa (24).

Awalnya, Meitisa mendengar ada suara berisik dari pintu belakang rumahnya. Meitisa yang tadinya tidur di kamar depan, lalu terbangun langsung ke kamar belakang mengintip dari balik jendela kamar belakang. Meitisa melihat tiga OTD bersebo mencongkel untuk membuka terali dan pintu belakang. Seorang lagi memecah kaca jendela kamar belakang. Meitisa makin ketakutan dan berteriak sekencang mungkin berharap ada bantuan dari tetangganya.

Dengan tangan gemetar, Meitisa menghubungi ayahnya Sofiyan yang tinggal di Desa Muara Kati, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) memberitahukan kondisinya bahaya.

30 menit kemudian OTD berhasil masuk rumah, lalu mendobrak kamar Meitisa. Pelaku berhasil mendapati Meitisa, pelaku membuka semua laci-laci almari Meitisa, seperti mencari uang dan benda berharga lainnya.
Meitisa dalam ancaman. Meitisa sempat teriak, namun pelaku mengatakan kalau teriak putri kedua Sofyan dan Rom itu akan diculik. Meitisa mengalah, dan membiarkan dua orang pelaku yang bersebo menjarah seisi rumahnya.

“Satu orang seret aku keluar kamar sampai ke hutan belakang rumah pakai kain yang dibalutkan di pinggangku, dua pelaku lainnya mengambil barang-barang. Pelakunya bawa Senjata Api (Senpi) jenis pistol, sajam jenis golok, sajam pisau dapur serta besi kecil. Pelakunyo, ado tigo wong pakai sebo galo, tapi sikok pelakunyo sering dibuka sebonya, kalau ketemu pasti tahu aku,” papar Meitisia saat dibincangi Linggau Pos di RS Siti Aisyah, menunggu proses visum.

Kabar perampokan sekaligus dugaan penculikan terhadap Meitisa sampai ke Polsek Lubuklinggau Timur. Lebih dari 20 anggota polisi dan warga melakukan pengejaran.

Meitisa yang dibawa lari ke dalam hutan karet mulai lemas. Namun Meitisa mencoba untuk kembali berteriak minta tolong dan sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku. Meitisa berusaha menggigit pundak pelaku. Namun pelaku masih menyeretnya.

Rombongan polisi dan warga semakin mendekat. Pelaku yang tinggal satu orang tampaknya ketakutan, dan kabur ke dalam hutan.

Sekira pukul 04.30 WIB, Meitisa ditemukan di dalam hutan dalam kondisi lemas, namun masih bisa berkomunikasi. Meitisa langsung dibawa ke RS Siti Aisyah.

Meitisa mengatakan, selain disiksa, sepeda motor matic Suzuki Spin BG 4008 HP, laptop Samsung, satu unit HP Xiomi Red 4X dan Nokia 102.

Usai menjarah barang berharga miliknya, kedua pelaku langsung kabur dengan mengendarai dua sepeda motor, satu milik pelaku dan satunya miliknya.

Disinggung adakah luka serius dialami korban?

“Alhamdulillah tidak ada, hanya saja luka lecet di kaki kanan dan kiri begitu juga tangan kanan dan kiri, akibat diseret pelaku,” katanya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Maduransyah saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian penodongan yang dialami, Meitisa.

“Memang benar, ada kasus penodongan itu, saat ini kasus masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut, namun korban sudah kita mintai keterangan, dan sudah dilakukan visum di rumah sakit,” kata Wahyu Maduransyah.

***Baru Tiga Bulan

Depriyandra (17) adik kandung Meitisa mengaku khawatir dengan kondisi kakaknya, saat sang kakak menghubungi ayahnya pukul 01.45 WIB.

“Ayuk sempet nelepon bapak. Ngomong dalam bahayo. Kami di Muara Kati. Memang biasanya dia dak dewekan. Biasanya aku kawani dia di rumah ini, men dak itu mamak atau bapak yang ngawani dia,” terang Depriyandra dengan logat bahasa daerah.

Lajang berpostur tinggi itu menyebut, Meitisa baru tiga bulan mendiami kompleks perumahan itu. Sebelumnya, ia tinggal di rumah kerabat maupun kakaknya. Namun karena mau belajar mandiri, Meitisa mendiami rumah itu sendiri.

Meski begitu, Depriyandra mengakui pada dasarnya sang kakak adalah gadis yang kuat dan pemberani juga mandiri.

“Alhamdulillah kakak ketemu dan sehat. Doake cepet pulih dan dak trauma,” harapnya.

***Bakal Disiagakan Security

Owner Perumahan yang dibeli Meitisa, H Wahyudin menerangkan, usai Idul Fitri 1439 Hijriyah ini, ia akan mengupayakan agar security siaga dan membenteng pagar keliling kompleks perumahan tersebut.

“Rencananya memang sudah ada sejak lama. Di kompleks ini, baru lima Kepala Keluarga (KK) yang menghuni,” jelasnya.

Wahyudin berharap, kejadian serupa tak terulang lagi. Ia juga sudah mengecek langsung ke lokasi perumahan tersebut. (02/03)

Berita Terkait : Saksi Mata, Sumarni. Empat Kali Terjadi Pembobolan

News Feed