Penetapan Paslon Terpilih Tunggu Surat MK

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – KPU Kota Lubuklinggau pastikan penetapan Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota terpilih 2018-2023 menunggu Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK). Ini berdasarkan hasil konsultasi KPU Kota Lubuklinggau ke KPU RI.

Divisi Hukum KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim mengatakan, berdasarkan konsultasi KPU Kota Lubuklinggau ke KPU RI bahwa belum ada satu daerah pun yang sudah menetapkan pemenang Pilkada 2018.

Walaupun dalam Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tahapan sudah dijelaskan bahwa tiga hari setelah pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara ditingkat KPU, bila tidak ada gugatan ke MK pemenang Pilkada langsung ditetapkan. Jadi, semua KPU yang melaksanakan Pilkada 2018, menunggu BRPK karena pada 23 Juli 2018 nanti kepaniteraan MK meregistrasi semua permohonan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) ke dalam BRPK untuk perkara PHP. Setelah itu, kepaniteraan MK akan menyampaikan surat kepada KPU RI bahwa permohonan PHP yang diajukan adalah sekian permohonan dengan rincian daerah yang ada gugatan PHP.

Kemudian, dengan dasar surat tersebut KPU RI akan menyampaikan/meneruskan kepada 31 KPU Provinsi/KIP Aceh dan 154 KPU/KIP Kabupaten/Kota.

“Dengan dasar surat MK, KPU yang tidak ada permohonan PHP ke MK, menetapkan Paslon terpilih,”kata Lukman Hakim kepada Linggau Pos, Jumat (13/7).

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri terkait pengusulan pengesahan dan pelantikan Kepala Daerah terpilih yang salah satu dokumennya adalah Surat Keterangan Tidak ada Permohonan PHP di MK.

Sekedar hasil rekapitulasi yang sudah dilakukan KPU Kota Lubuklinggau pada 5 Juli 2018, Paslon Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (NanSuko), memperoleh suara terbanyak. Jumlah suara yang diperoleh NanSuko 62.912, kemudian Paslon nomor urut 3 H Rustam Effendi-Riezky Aprilia 41.179 suara. Selanjutnya, Paslon Nomor Urut 1 Toyeb Rakembang-Sofyan 7.886 suara.(01)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci