Pelaku Narkoba dan Pembunuhan Didominasi Remaja

Kutipan Kejari Curup, Edi Utama

“Kasus Narkoba, Pemerkosaan, Pembunuhan pelakunya didominasi remaja, jangan sampai terjadi makanya harus kita cegah,”harapnya.

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Pelaku tindak kriminal pengguna maupun pengedar narkoba, serta pembunuhan didominasi remaja dan anak-anak. Tahun 2018 hingga Mei ada 22 orang remaja terlibat kasus asusila, tepatnya 16 warga binaan, dan 6 orang tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Curup, Edi Utama mengatakan untuk mencegah hal tersebut dibutuhkan peran aktif orang tua. Dengan bimbingan dan peran masyarakat tentunya bisa mengantisipasi remaja terlibat dalam hal-hal yang bisa merugikan masa depan mereka.

“Banyak sekali tindak pidana yang melibatkan anak-anak,” kata Edi Utama.

Ditambahkan Edi Utama, diantaranya kasus narkoba, pemerkosaan, pembunuhan dan lainnya.

“Kasus narkoba, pemerkosaan, pembunuhan pelakunya didominasi remaja, jangan sampai terjadi makanya harus kita cegah,” harapnya.

Sementara itu, 22 remaja terlibat dalam kasus asusila. Warga binaan 16 orang ditambah tahanan anak 6 orang. Pendamping  ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum) dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Febri menjelaskan, pihaknya pendamping anak yang bertindak sebagai pelakunya.

“Tugas kami memastikan setiap ABH mendapatkan hak dasarnya sebagai anak, walaupun dia berhadapan dengan hukum. Karena bagi kami setiap anak ada hal korban,” katanya.

Ia memaparkan, untuk memastikan semua kebutuhan anak dan pelayanan anak terpenuhi, maka tugas kami menjembatani antara pemerintah daerah dengan Lapas, untuk bekerja sama memenuhi hak dasar anak tersebut.

Misalnya dibidang pendidikan, pihaknya menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) sekaligus PKBM untuk memberikan pendidikan anak di Lapas, kemudian dibidang kesehatan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk rutin melakukan pemeriksaan, kemudian pengetahuan soal agama bekerja sama dengan Baznas dan mendatangkan guru-guru agama untuk anak-anak.

“Kami juga melakukan kunjungan rumah bagi keluarga anak (home visit) harapannya setelah anak menyelesaikan masa pembinaan di Lapas setelah bebas bisa diterima dengan baik oleh keluarga dan masyarakat. Dan mereka yang telah bebas akan terus dilakukan pemantauan jangan sampai bermasalah lagi,” paparnya.

Ia juga menambahkan, upaya untuk mencegah ABH bertambah di Rejang Lebong, pihaknya bekerja sama dengan pemda dan instansi untuk berkolaborasi bersama mendukung Rejang Lebong menjadi kota layak anak. (09)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci