oleh

KPK Dorong Optimalisasi PAD Sektor Pajak

KEGIATAN Monitoring dan Evaluasi (Monev) realisasi capaian rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi oleh KPK RI, kembali dilaksanakan di Kota Lubuklinggau. Kali ini audiensi dan koordinasi dilaksanakan dengan eksekutif, dalam hal ini kepala daerah beserta seluruh jajarannya dan dilanjutkan siangnya dengan legislatif.

Seperti sebelumnya, audiensi dan koordinasi dilaksanakan di Op Room Moneng Sepati, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (10/10). Hadir Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, Wakil Walikota H Sulaiman Kohar, Sekda H Rahman Sani beserta seluruh Kepala OPD dan jajarannya.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menjelaskan secara rinci visi dan misi yang sudah dilaksanakan lima tahun masa kepemimpinan sebelumnya serta lima tahun kedepan. Ia juga menjelaskan, kehadiran KPK di Kota Lubuklinggau merupakan tindak lanjut dari kegiatan penandatanganan pakta integritas yang dilaksanakan April 2018 di Palembang bersama KPK, terkait program Monev.

“Di mana disepakati, untuk delapan Kabupaten/Kota dipusatkan di Kota Lubuklinggau. Tadi saya juga berkesempatan menjelaskan mengenai program Pemkot, yang kedepan kita sudah berkomitmen untuk mengedepankan sistem IT,” kata Nanan sapaan akrabnya.

Suami Hj Yetti Oktarina Prana ini juga menyampaikan mengenai kendala keterbatasan anggaran, sehingga tanpa bantuan program multiyears tidak akan mampu membangun anggaran diatas Rp 10 miliar.

Sementara itu, Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Koordinator Wilayah II Korsup Pencegahan KPK RI wilayah Sumsel, Jambi, Lampung, Babel, Riau, Medan Dan Bengkulu, Aldinsyah Nasution atau biasa disapa Choki menjelaskan, ada dua agenda yang ia lakukan saat audiensi dan koordinasi dalam hal program pencegahan korupsi. Pertama KPK melakukan pendampingan program pencegahan korupsi, dan kedua mendorong optimalisasi penerimaan PAD dari pajak daerah, khususnya pajak hotel dan restoran, dengan menggunakan tapping box (alat perekam transaksi, red) pajak.

Ia mengaku sengaja meminta kepala daerah dalam hal ini Walikota, untuk mengundang seluruh OPD di lingkungan Pemkot untuk hadir.

“Ini sebagai bentuk komitmen kita, pasca audiensi dan koordinasi dengan seluruh kepala daerah dan Ketua DPRD pada April 2018 lalu, di Palembang. Ada 13 wacana aksi yang ditandatangani bersama, salah satunya kegiatan Monev untuk program pencegahan,” jelas Choki.

Ia menjelaskan, ada beberapa daerah yang memang dijadwalkan akan ia kunjungi. Kemarin (10/10) Kota Lubuklinggau, hari ini (11/10) Kabupaten Musi Rawas dan dilanjutkan ke Kabupaten Muratara. Sebelumnya di September, mereka juga sudah berkunjung ke Ogan Ilir (OI) dan Prabumulih. Tujuannya sama, setelah Monev, dilanjutkan audiensi dan koordinasi dengan kepala daerah dan DPRD.

“Dan di setiap kunjungan ada dua instansi yang menjadi fokus kita, yakni BMPTSP dan ULP. Kenapa, karena keduanya berhubungan dengan perizinan serta pengadaan,” ungkapnya.

Mengenai agenda kedua, yakni optimalisasi PAD melalui pajak hotel dan restoran pihaknya mendorong Bank SumselBabel untuk melakukan pengadaan tapping box di Kota Lubuklinggau. Target KPK, hingga akhir tahun 2018, sebanyak 150 alat tapping box bisa dimanfaatkan pelaku usaha di Lubuklinggau.

“Kenapa, karena selama ini kami melihat dalam hal penarikan pajak hotel dan restoran masih banyak yang kurang dan perlu diselesaikan. Sementara perkembangan di Lubuklinggau sebagai kota jasa sangat pesat. Kami meyakini, program optimalisasi ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan PAD. Dan ini juga bagian dari program KPK untuk menghindari kebocoran, baik dari wajib pajak maupun petugas pajak. Dengan alat ini dua jam pasca tamu datang, pajaknya sudah bisa terekam dan dilihat melalui alat perekam ini,” jelasnya.

Komitmen mendorong program optimalisasi ini dilanjutkan Choki, pihaknya meminta pemerintah untuk mengagendakan pertemuan dengan seluruh pelaku usaha hotel dan restoran di Kota Lubuklinggau. Dijadwalkan, pertemuan akan dilaksanakan hari ini (11/10), pukul 15.30 WIB di Gedung Kesenian Sebiduk Semare.

Usai audiensi dan koordinasi, Choki melakukan konferensi pers serta tanya jawab dengan insan pers di lingkungan Pemkot Lubuklinggau. (rfm)

News Feed