oleh

Ini Curhat Nelayan Indramayu Pada Sandiaga Uno

JAKARTA – Calon Presiden nomor urut 2 Sandiaga Salahudin Uno memulai perjalanan menyerap aspirasi masyarakat di tempat Pelelangan Ikan Karangsong Indramayu Jawa Barat. Sentra penjualan ikan terbesar  di Jawa Barat ini, menyuplai 62 persen persediaan ikan di propinsi tersebut, dengan produksi lebih dari 33 ribu Ton pertahun.

Para nelayan mengeluhkan soal Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI). Proses birokrasi yang rumit, membuat banyak kapal menganggur dan nelayan tidak melaut. Salah satunya adalah juragan kapal H Hariri.

“Kasihan pak kalau nelayan tidak melaut. Banyak keluarga yang bergantung pada pekerjaan ini. Satu kapal itu memperkerjakan 16 orang nelayan mereka menghidupi, katakanlah, 1 nelayan punya 4 orang yang harus dihidupi, berarti 64 orang bisa tidak makan,” kata Hariri kepada Sandiaga Uno, kemarin.

Hal sama diungkapkan Ketua Koperasi Mina Mitra Nelayan Karangsong, Darto. Menurut  Darto, para nelayan tidak pernah  meminta bantuan pemerintah. “Kami nelayan di sini dididik mandiri sejak kecil. Jadi tolong jangan dipersulit ijin kami. Dan ini bukan cuma di Indramayu, tapi juga nelayan seluruh Indonesia. Saya minta Pak Sandi berjanji mempermudah soal ijin ini.

Sandi pun menyanggupi untuk mewujudkan keinginan para nelayan tersebut. “Kita akan Akan kembangkan agar profesi nelayan  membuka lapangan kerja,” terang Sandi.

“Prabowo Sandi tidak akan melupakan jasa-jasa nelayan. Kami berjanji Kesejahteraan nelayan akan lebih baik. Catat, jika Allah SWT mengijinkan saya dan Pak Prabowo memimpin bangsa ini, Proses perijinan ini akan saya pangkas birokrasinya. Sehingga nelayan bisa melaut dengan aman. Catat satu tahun lagi, saya akan berdiri  di sini, di kapal milik Pak Hariri ini, untuk mewujudkan janji ini,” janji Sandi.(lan/fin)

News Feed