Atap Rumah Warga Belalau II Ambruk

LINGGAU POS ONLINE, BELALAU II – Akibat hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan atap rumah Pariman (38), ambruk. Musibah yang dialami seorang buruh tani Kelurahan Balalau II, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, terjadi pukul 19.30 WIB, Jumat (25/5).

Untungnya kejadian yang sempat membuat heboh warga ini tidak menelan korban jiwa. Hanya saja Sumiraya (37), istri Pariman mengalami luka robek di lutut kanan dan tangan kiri akibat tertimpa reruntuhan genteng atap rumah.

Selain melukai istri dan merusak atap rumah, isi rumah korban seperti TV dan lemari yang ada di dalam rumah juga rusak sehingga Pariman mengalami kerugian tidak kurang dari Rp 15 juta.

Rumah berukuran 6 x 4 meter beratap genteng dan belum dipasang plafon serta berdinding papan dan lantai semen, saat ini tidak bisa ditempati oleh pemiliknya. Pariman bersama istri dan kedua anaknya untuk sementara terpaksa menempati gudang milik Kelurahan Belalau II, selama ini digunakan untuk menyimpan kursi plastik, tenda dan keranda mayat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau, Kgs Effendi Ferry, membenarkan ada kejadian itu. Untuk sementara pihak Pemkot Lubuklinggau melalui DKPB, sudah memberikan bantuan makanan atau sembako kepada keluarga korban.

Informasi yang didapat koran ini dari warga, kejadian itu sangat cepat, bermula dari hujan turun deras disertai angin kencang, tiba-tiba terdengar seperti suara pohon roboh. Ternyata suara itu bersumber dari atap rumah Pariman yang ambruk. Warga berbondong-bondong datang ke rumah Pariman untuk melihat kejadian itu.

Kebetulan saat atap rumah ambruk, Pariman dan Adam(8) anak pertamanya, sudah berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Tarawih. Sedangkan, istrinya, Ny Sumiraya dan Gendis (3,5) anak keduanya berada di dalam rumah, sedang asyik menonton TV di ruang tamu. Sementara atap rumah yang ambruk tepat di tengah-tengah ruang tamu.

Lurah Belalau II, Wirawan membenarkan ada warganya yang tertimba musibah. Karena rumahnya tidak bisa digunakan, untuk semntara Pariman beserta keluarga diperbolehkan menempati gudang di sebelah rumahnya (Pariman).(03)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci