Ardian: Target KPU Itu Lazim

LINGGAU POS ONLINE, PALEMBANG – Target partisipasi pemilih sudah dicanangkan KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018 mencapai 85 persen hingga 90 persen, ditanggapi pengamat politik, Ardian Saptawan.

Pengamat ini menilai, target KPU Sumsel itu sesuatu yang lazim. Sebab target biasanya di atas kemampuan maksimal. Selain hal itu, Ardian Saptawan beralasan itu cara KPU Sumsel meningkatkan motivasi jajarannya. Dalam mencapai target yang sudah dicanangkan.

“Memang biasanya target lebih tinggi dari kemampuan maksimal,” kata Ardian Saptawan, Senin (7/5).

Menurut dia, waktu pelaksanaan Pemilukada cukup bagus untuk mencapai target sudah ditetapkan, karena masih dalam suasana libur lebaran. Mungkin, kata dia, masyarakat yang selama ini berada di luar kota untuk mencari nafkah sedang pulang, begitupun dengan para mahasiswa yang menuntut ilmu di luar daerah. Tapi, guna mencapai target sudah dicanangkan itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh kerja keras semua pihak. Mulai KPU provinsi, hingga KPU kabupaten/kota, beserta jajarannya PPK dan PPS. Sebab, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Sumsel periode 2013-2018 hanya 67 persen.

“KPU harus meningkatkan sosialisasi, baik melalui alat peraga mulai dari brosur, spanduk, baliho hingga pamflet, maupun sosialisasi di pusat keramaian massa. Dengan tujuan menyampaikan waktu pelaksanaan Pemilukada ke masyarakat,” jelas Ardian Saptawan.

Sehingga, target tidak hanya jadi formalitas belaka, tapi dijadikan motivasi dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih. Dan KPU Sumsel juga hendaknya memberikan penghargaan untuk KPU kabupaten/kota yang berhasil meningkatkan partisipasi pemilih mencapai 90 persen, dengan menjadikannya sebagai KPU terbaik se-Sumsel.

“Hendaknya, KPU RI juga melakukan hal itu, sehingga tingkat partisipasi pemilih dapat meningkat,” harapnya.

Secara terpisah, pengamat politik asal Kota Lubuklinggau, Ngimadudin menjelaskan, KPU Kota Lubuklinggau harus melakukan sosialisasi yang gencar untuk mencapai target 85 persen pemilih. Dengan melakukan sosialisasi ke semua lini, baik bidang formal maupun informal.

Seperti, tempat pengajian maupun tempat kerumunan massa lainnya, karena itu salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Berikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan hak pilih. Sampaikan kepada mereka, kalau pemimpin akan menentukan masa depan daerah,” jelasnya.

Kemudian, para Paslon juga harus melakukan sosialisasi, mengenai visi dan misi yang akan dilakukannya ketika terpilih. Bila menarik, dipastikan masyarakat akan menggunakan hak pilihnya. Apalagi, bila semua visi dan misi Paslon menarik, maka akan jadi perbincangan masyarakat.

“Masyarakat itu hanya butuh program bukannya yang lain, jadi bila visi dan misinya menarik maka masyarakat akan memilih,” katanya. (01)

Baca Juga
error: Maaf Di Kunci